PENYAKIT: Penuaan Dini

Tetap Muda di Usia Tua

Semua orang ingin awet muda, apalagi kaum perempuan. Itu sebabnya topik tentang antiaging selalu menarik perhatian. Dalam bahasa sehari-hari, ungkapan “antiaging” biasanya kita maknai sebagai keadaan fisik seseorang yang masih kelihatan muda meskipun umurnya sudah tua. Secara harfiah, kata antiaging memang berarti antipenuaan. Tapi, apakah mungkin melawan penuaan?

Secara biologis, penuaan adalah proses alami. Semua orang mengalaminya. Kulit yang mulus menjadi berkeriput. Ingatan yang tajam menjadi tumpul. Otot yang kuat menjadi lemah, dan sebagainya.

Jika penuaan biologis adalah sebuah keniscayaan, apakah mungkin kita melawannya? Tentu saja kita tidak bisa menghindar dari proses penuaan. Yang bisa kita lakukan adalah menghambat proses itu. Sebab, semua orang mengalami penuaan tapi kecepatannya bisa berbeda-beda.

Kita biasanya menilai keawetmudaan hanya dari tampilan luar. Seorang perempuan kita anggap awet muda jika ia tetap kelihatan cantik di usia kepala empat atau lima. Kecantikan sendiri sebetulnya hanya salah satu, bukan satu-satunya, ciri awet muda dalam konsep antiaging. Yang tak boleh dilupakan, antiaging juga berkaitan dengan organ-organ dalam tubuh. Dalam ilmu kesehatan, seseorang disebut awet muda jika organ-organ tubuhnya tidak cepat mengalami degenerasi (kerusakan akibat bertambahnya usia).

Semua organ tubuh mengalami penuaan. Tak hanya kulit, tapi juga rambut, otot, pembuluh darah, jantung, paru-paru, ginjal, hati, tulang, saraf, dan sebagainya. Jadi, tidak tepat kalau keawetmudaan seseorang hanya dilihat dari kecantikan. Yang lebih tepat, orang yang awet muda adalah orang yang kondisi kesehatannya seperti kondisi kesehatan rata-rata orang yang lebih muda.

Proses penuaan terjadi secara natural. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan proses penuaan terjadi lebih cepat. Di antaranya:

  • Kurang gizi.

Nutrisi yang seimbang diperlukan untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh. Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, semuanya dibutuhkan. Jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi, sel-sel tubuh akan cepat menua.

Yang perlu dicatat, kebutuhan terhadap nutrisi ini harus dipenuhi dalam takaran yang seimbang. Kurang gizi sama buruknya dengan kelebihan gizi. Sebagai contoh, jika seseorang kekurangan lemak, ia biasanya juga akan kekurangan vitamin-vitamin larut lemak, seperti A, D, E, dan K. Salah satu akibatnya, kulit cepat berkeriput karena sel-sel kulit yang telah mati tidak bisa cepat diregenerasi.

Akan tetapi, jika seseorang kelebihan lemak, ia berisiko lebih tinggi mengalami masalah penebalan dinding pembuluh darah. Akibatnya bisa ditebak, suplai darah, oksigen, dan nutrisi ke organ-organ tubuh juga akan terganggu. Itu sebabnya, pemenuhan gizi harus memperhatikan Pedoman Gizi Seimbang.

  • Stres psikis.

Saat kita mengalami tekanan psikis, tubuh memproduksi hormon kortisol yang bisa mengganggu kesetimbangan fisiologi. Gangguan ini selanjutnya akan menyebabkan proses regenerasi sel-sel terhambat. Akibatnya, tak hanya kulit yang mudah berkeriput, organ-organ dalam pun bisa kena akibatnya.

  • Kurang istirahat.

Tubuh punya mekanisme regenerasi yang membuat organ-organ tidak lekas aus dan mengalami penuaan. Namun, tubuh memiliki keterbatasan dalam bekerja. Dalam kondisi normal, manusia pada umumnya butuh istirahat 7 – 8 jam sehari. Pada saat kita beristirahat nyenyak, tubuh melakukan regenerasi sel. Sel-sel yang telah mati diganti dengan yang baru. Jika tubuh kurang istirahat atau terus-menerus mengalami kelelahan fisik, proses regenerasi sel-sel ini pun menjadi terganggu. Akibatnya, proses penuaan bisa terjadi lebih cepat.

  • Paparan radikal bebas.

Radikal bebas sejatinya termasuk bahan yang secara alami ada di dalam tubuh kita. Bahan ini dihasilkan dari proses pembakaran karbohidrat (gula) menjadi energi. Namun, jika jumlahnya di dalam tubuh terlalu banyak, radikal bebas bisa menjadi berbahaya karena menyerang sel-sel yang sehat. Jumlah radikal bebas akan makin banyak kalau kita melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, stres, merokok, minum alkohol, terpapar polusi, atau berada terlalu lama di bawah sinar matahari. Berbagai jenis penyakit dan gangguan kesehatan bisa muncul akibat ulah radikal bebas. Ringkasnya, bahan ini berperan penting dalam mempercepat proses penuaan.

Radikal bebas adalah bahan yang sifatnya mengoksidasi, merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas bisa berasal dari makanan, minuman, asap rokok atau polutan udara yang kita isap, maupun paparan sinar matahari.

Secara alami, tubuh sebetulnya punya mekanisme untuk melawan radikal bebas. Vitamin, mineral, dan antioksidan merupakan beberapa contoh zat gizi yang bisa melawan radikal bebas. Ketiga zat gizi ini banyak terdapat di dalam buah, sayur, dan ikan laut. Orang yang kekurangan zat-zat gizi ini akan lebih rentan terhadap paparan radikal bebas, dan karena itu organ-organ tubuhnya lebih cepat mengalami penuaan.

  • Kurang aktif.

Tak hanya butuh istirahat, organ-organ tubuh juga butuh difungsikan dengan baik. Otot harus aktif digunakan untuk bergerak dalam aktivitas sehari-hari, jantung dan pembuluh darah harus dilatih kekuatannya lewat olahraga, begitu pula otak harus diaktifkan dengan cara digunakan untuk berpikir, dan seterusnya. Olah-raga dan olah-pikiran ini penting dilakukan untuk menjaga kebugaran sel-sel tubuh. Jika tidak aktif, organ-organ ini lekas menua. Otot dan jantung cepat menjadi lemah, otak pun cepat kehilangan sel-sel penyimpan ingatan.

  • Menopause (pada perempuan) dan andropause (pada laki-laki).

Keduanya merupakan tahap alami yang dialami semua orang. Saat menopause (mati haid), produksi hormon seks pada perempuan turun drastis. Begitu pula saat laki-laki mengalami andropause, produksi hormon seksnya juga turun drastis. Turunnya produksi hormon ini akan menyebabkan vitalitas organ-organ tubuh juga menurun dan cepat menua.

Dalam hal ini laki-laki lebih lambat mengalami penuaan daripada perempuan. Pada umumnya perempuan mengalami mati haid pada usia akhir 40-an atau awal 50-an. Sementara laki-laki mengalami andropause umumnya pada usia di atas rata-rata perempuan. Sebagain kecil perempuan bahkan mengalami menopause lebih cepat dari itu.

Menopause dan andropause merupakan faktor alami yang tidak bisa diapa-apakan. Sebagian kalangan medis berusaha melawannya dengan terapi sulih hormon. Tapi antiaging cara ini tergolong bukan cara alami yang bisa direkomendasikan untuk semua orang. Terapi ini hanya bisa dilakukan oleh ahli medis yang sudah terlatih.

  • Faktor genetik.

Sebagian orang memiliki bakat awet muda, sebagian lainnya berbakat cepat menua. Ini semata-mata faktor bawaan yang sudah tidak bisa direkayasa. Namun, kabar baiknya, penuaan sangat dipengaruhi oleh faktor pola hidup sehari-hari. Jika kita bisa mengatur pola hidup dengan baik, penuaan bisa ditunda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s