NUTRISI: Apel

Apel Utuh Lebih Menyehatkan

Dari sekian banyak jenis buah, mungkin apel adalah yang paling banyak disebut-sebut dalam tulisan-tulisan kesehatan dan nutrisi. Sampai ada ungkapan, “An apple a day keeps the doctor away.” Tidak salah, apel memang bisa dijadikan sebagai makanan harian yang menyehatkan.

Apel punya beberapa kelebihan dibanding jenis buah lain. Bukan hanya dari aspek nutrisi tapi juga dari aspek ketersediaan. Buah apel tersedia sepanjang tahun sehingga bisa dijadikan santapan harian hari. Ini berbeda dengan buah musiman yang hanya banyak tersedia pada bulan-bulan tertentu.

Apel punya banyak jenis, mulai dari yang kulitnya berwarna hijau, merah muda, hingga merah tua. Jenis warna kulit apel berpengaruh terhadap kandungan gizinya. Sebagian nutrisi penting apel berada di bagian kulit. Karena itu, saat mengonsumsinya, sebaiknya kita makan buah bersama kulitnya. Bagian kukit ini kaya zat warna yang berfungsi sebagai antioksidan.

Secara umum, kulit apel yang berwarna pekat mengandung zat antioksidan lebih banyak daripada kulit apel yang berwarna cerah. Warna kulit merah tua menunjukkan kulit apel itu banyak mengandung antosianin.

Salah satu bahan penting yang banyak terdapat di bagian kulit apel adalah enzim kuersetin. Enzim ini bisa membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dan menurunkan risiko penyakit pembuluh darah. Efek ini bisa dimanfaatkan, terutama oleh mereka yang menyandang diabetes. Kuersetin lebih banyak terdapat di bagian kulit buah daripada di dalam dagingnya. Ini alasan lain kenapa makan apel bersama kulitnya lebih bagus daripada makan daging apel saja. Kalu kita takut dengan residu (misalnya lilin yang ada di kulitnya), kita bisa mencucinya lebih dulu degan air mengalir, bila perlu air hangat.

Apel utuh juga lebih menyehatkan daripada jus apel. Jika kita makan apel dalam keadaan utuh, geligi dan otot geraham kita akan menjadi terlatih mengunyah makanan. Selain itu, mengunyah apel juga akan mengaktifkan fungsi enzim pencernaan di mulut.

Ini berbeda jika kita mengonsumsi apel dalam bentuk jus atau bentuk air perasannya saja. Cairan akan langsung tertelan dan masuk ke lambung. Cara konsumsi seperti ini tidak melatih fungsi enzim geligi, otot geraham, dan pencernaan di mulut.

Selain itu makan apel utuh akan membuat efek kenyang terasa lebih lama, karena apel yang terkunyah akan bertahan lebih lama di lambung. Ini berguna buat mereka yang berdiet agar tidak lepas lapar dan tidak terdorong untuk banyak makan.

Masih ada alasan lain mengapa buah utuh lebih baik dari jus. Dalam bentuk jus, kandungan polifenol yang bermanfaat sebagai antioksidan ikut menurun.

Apel juga mengandung vitamin C. Tapi dalam satu buah ukuran sedang, kadarnya “hanya” sekitar 15% dari kebutuhan harian kita. Kadar sebesar ini tidak istimewa dibandingkan dengan buah lain semacam jeruk atau mangga. Selain itu, apel juga mengandung pektin, serat larut air. Serat jenis ini berkhasiat menurunkan kadar lemak dan kolesterol darah.

Keunggulan lainnya, buah apel bisa dimakan kapan saja, hampir oleh siapa saja. Mereka yang punya sakit mag, masalah asam urat, diabetes pun boleh makan buah ini setiap hari. Kandungan kalorinya tergolong rendah, hanya sekitar 100 kalori. Jumlah ini setara dengan 5% dari kebuthan kalori harian kita sehingga aman buat diabetesi. Meski begitu, sebagian apel memiliki rasa asam yang cukup kuat. Apel jenis ini tentu saja tidak disarankan untuk dimakan banyak-banyak oleh orang yang punya sakit mag.

Buah apel juga mengandung enzim polifenol oksidase. Enzim ini tersimpan di dalam sel-sel buah. Saat buah diiris atau digigit, enzim ini akan keluar lalu mengoksidasi kandungan nutrisi lain dari buah apel. Proses oksidasi ini bisa kita lihat dari perubahan warna daging apel. Setelah diiris atau digigit lalu dibiarkan, daging apel akan berwarna kecokelatan. Ini pertanda bahwa sebagian nutrisinya sudah mengalami kerusakan. Itu sebabnya, jika sudah digigit atau diiris, apel sebaiknya segera dimakan, tidak disimpan terlalu lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s