NUTRISI: Bayam

Jangan Panaskan Bayam Terlalu Lama

Bayam termasuk salah satu jenis sayur yang paling populer di Indonesia. Bukan hanya banyak dikonsumsi, bayam juga banyak menjadi topik perdebatan. Misalnya, apakah benar bayam mengandung zat besi dalam kadar tinggi? Banyak informasi di internet menyebut bahwa ini hanya mitos. Contoh lain, apakah benar sayur bayam tidak boleh dipanaskan lagi karena akan menyebabkan keracunan? Juga apakah benar bayam bisa menyebabkan asam urat?

Saking banyaknya perdebatan soal topik tentang “perbayaman” ini mungkin sampai membuat kita bingung, mana mitos, mana fakta. Untuk mengeceknya, mari kita bahas satu-satu.

Pertama, soal zat besi bayam. Banyak informasi dari sumber tepercaya yang menyatakan bahwa tingginya kadar zat besi pada bayam adalah fakta yang dilebih-lebihkan. Bayam memang mengandung banyak zat besi. Ini bukan mitos. Namun, dalam urusan zat besi, bayam kurang istimewa dibandingkan sumber zat besi utama seperti daging merah, daging unggas, hati, dan kacang-kacangan.

Lalu bagaimana dengan pemanasan kembali sayur bayam? Ada pendapat yang menyatakan bahwa bayam banyak mengandung nirat yang beracun. Pemanasan berulang akan meningkatkan kandungan nitratnya. Itu sebabnya sayur bayam tidak boleh dipanaskan lagi.

Pendapat ini pun masih diperdepatkan. Namun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Bayam memang mengandung nitrat. Nitrat adalah komponen alami yang biasa terdapat di dalam sayuran. Kandungan nitrat pada bayam masih di level aman sehingga tidak perlu ditakutkan menyebabkan keracunan. Hanya, AAP menyarankan agar orangtua tidak memberikan bayam kepada bayi di bawah enam bulan.

Yang lebih perlu dikhawatirkan dari pemanasan berulang pada bayam sebetulnya adalah kandungan antioksidan dan vitaminnya. Bayam mengandung banyak antioksidan, vitamin (A, K, C, folat), mineral (besi, mangan), dan serat. Kandungan provitamin A banyak terdapat di dalam bayam merah. Karena bayam banyak mengandung asam folat, konsumsinya dianjurkan buat ibu hamil sebab bayi sangat membutuhkan asam folat untuk perkembangannya.

Sayangnya, nutrisi sayuran ini cepat rusak. Itu sebabnya, agar kita tetap mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari bayam, sebaiknya kita memilih bayam yang masih segar. Saat memasaknya, usahakan jangan memanaskannya terlalu lama. Tak perlu takut kurang matang sebab daun bayam bisa matang hanya dengan pemanasan satu menit. Perebusan lebih dari empat menit membuat bayam akan kehilangan separuh asam folatnya. Agar kita terhindar dari kemungkinan parasit yang belum mati dalam pemanasan singkat ini, kita sebaiknya mencuci bayam sebersih mungkin sebelum dimasak.

Kekurangan lain, bayam banyak mengandung asam oksalat. Bagi orang sehat, oksalat ini tidak menimbulkan masalah. Namun, bagi orang yang memiliki masalah batu ginjal, konsumsi bayam yang banyak bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Kekurangan lain, bayam mengandung purin yang di dalam tubuh bisa diubah menjadi asam urat. University of Maryland Medical Center menggolongkan kandungan purin bayam dalam ketegori menengah. Konsumsi yang wajar tidak akan menimbulkan masalah asam urat. Masalah asam urat hanya akan timbul kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak, oleh orang yang memang memiliki masalah asam urat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s