NUTRISI: Labu Kuning

Labu Kuning Pengganti Tepung

 

Buah yang biasa disebut labu kuning atau waluh ini sebetulnya memiliki banyak potensi sebagai bahan makanan pokok atau setidaknya untuk substitusi makanan pokok. Sayangnya, di masyarakat kita, konsumsi buah ini tidak begitu tinggi. Dulu, para petani di kampung-kampung biasa menanamnya di pekarangan atau pematang sawah dan menjadikannya sebagai sumber karbohidrat.

Buahnya yang berwarna kuning-oranye bisa direbus begitu saja lalu dihidangkan seperti ubi rambat atau ubi kayu. Rasanya yang manis dan teksturnya yang sangat lembut membuat buah ini bisa dikonsumsi semua orang, mulai dari balita sampai orang tua. Tak hanya direbus, buah labu kuning juga biasa dimasak dengan santan seperti lodeh. Selain itu, buah ini juga bisa dibuat bubur, terutama untuk anak-anak.

Daunnya juga bisa dimanfaatkan sebagai sayur, sama seperti daun kacang panjang (yang biasa kita sebut sebagai lembayung) atau daun ubi jalar. Sekarang kita jarang menjumpainya di pasar tradisional sekalipun. Padahal, daun-daun ini mestinya bisa menjadi variasi dari sayuran yang biasa kita jumpai di pasar-pasar swalayan.

Tak hanya buah dan daunnya, bahkan bijinya pun bisa dikonsumsi sebagai kuaci seperti biji bunga matahari. Pendek kata, semua bagian tanaman ini bisa dikonsumsi.

Buah labu kuning, terutama yang baru matang dan belum terlalu tua, memiliki banyak kandungan pati. Dengan pengolahan sederhana, buah kaya pati ini bisa dibuat menjadi tepung. Tepung labu kuning selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai pengganti maupun campuran tepung terigu atau tepung beras. Baik dalam bentuk tepung maupun buah utuh, labu kuning bisa diproses menjadi makanan apa saja, mulai dari bakpia, pai, bingka, kue mangkuk, donat, lapis, es krim, dan sebagainya.

Kelebihan lainnya, buah labu kuning juga kaya nutrisi. Daging buahnya yang kuning oranye banyak mengandung betakaroten, bahan pembuat vitamin A. Makin pekat warnanya, makin banyak kandungan karotennya. Karena kandungan karoten ini, tepung buah labu kuning juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber vitamin A.

Menurut penelitian yang dilakukan di East China Normal University, ekstrak labu kuning juga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes. Memang khasiatnya tidak sampai mengganti obat antidiabetes, namun bisa menurunkan dosis obat yang diperlukan.

Minyak yang dihasilkan dari biji labu kuning juga terbukti bisa membantu menurunkan risiko pembesaran prostat. Ini kabar baik buat kaum laki-laki. Selain mengadung betakaroten, biji labu kuning juga banyak mengandung seng serta omega-3 (asam lemak kategori “lemak baik” yang bisa mengendalikan kadar kolesterol).

Selain itu labu kuning juga banyak mengandung lutein, zat antioksidan, serta vitamin C. Selama proses masak, kadar vitamin C mengalami penurunan. Tapi jangan khawatir, kandungan nutrisi lainnya tidak banyak berubah.

Kandungan serat labu kuning memang tidak sebanyak buah-buah lain yang masih satu famili, seperti melon atau timun suri. Namun, teksturnya yang lembut membuat labu kuning bisa dimanfaatkan untuk bubur buat balita atau orang dewasa yang harus makan makanan halus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s