PENYAKIT: Wasir (Ambeien)

Wasir Bermula dari Pola Hidup

Sebagian besar orang sebetulnya pernah mengalami masalah ini, terutama mereka yang sudah berusia 50 tahun ke atas. Dalam bahasa medis, gangguan kesehatan ini dikenal sebagai hemoroid. Dalam istilah sehari-hari, dikenal dengan nama wasir atau ambeien. Sering kali kita mengalami wasir tanpa kita sadari, terutama jika masih stadium ringan.

Secara sederhana, wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah di daerah anus (dubur) membengkak atau meradang. Pembengkakan ini bisa terjadi di luar (disebut wasir eksternal), bisa juga terjadi di dalam (disebut wasir internal). Pada wasir internal, peradangan bisa terjadi tanpa kita sadari sebab biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal. Tahu-tahu ada darah di feses. Ini berbeda dengan wasir eksternal yang lebih mudah dirasakan. Biasanya menimbulkan rasa gatal atau nyeri.

Di Indonesia, penyakit wasir biasanya lebih banyak dikaitkan dengan pola duduk yang terlalu lama. Pandangan ini tidak salah. Duduk terlalu lama memang bisa menjadi salah satu faktor yang penyebab wasir. Akan tetapi, yang tak boleh dilupakan adalah bahwa penyakit ini sangat berkaitan dengan pola hidup secara umum, terutama pola makan.

Bisa Karena Sembelit Kronis

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan pembuluh darah anus membengkak. Salah satunya, dan ini yang utama, adalah kontraksi (tegang) otot anus yang berlebihan saat buang air besar. Kondisi ini bisa terjadi jika kita mengalami sembelit (susah buang air besar) kronis atau diare yang lama. Kita tahu, dua gangguan ini sangat berkaitan erat dengan pola makan.

Terlalu jarang atau terlalu sering BAB sama buruknya bagi kesehatan. Saat kita mengalami sembelit, feses tidak lunak dan tidak mudah dikeluarkan. Ini akan memaksa otot anus mengejan lebih keras. Begitu pula saat diare, otot anus harus sering berkontraksi saat kita berada di toilet. Dua keadaan ini sama-sama bisa membuat pembuluh darah anus membengkak.

Penggunaan obat-obatan pencahar pun bisa menimbulkan efek seperti diare. Obat ini biasanya dikonsumsi oleh mereka yang sering mengalami sembelit. Kadang dikonsumsi juga oleh mereka yang ingin langsing dengan cara merangsang agar makanan yang baru disantap lekas terbuang dari usus. Apa pun bentuknya, BAB yang dirangsang maupun diare sama-sama bisa menjadi pemicu wasir.

Selain itu, ketegangan otot anus juga bisa disebabkan oleh kebiasaan BAB terlalu lama. Dalam posisi duduk atau berjongkok di toilet, pembuluh darah anus menerima beban lebih besar daripada kondisi beraktivitas biasa. Apalagi jika duduk sambil mengejan. Faktor ini pun masih berkaitan dengan masalah sembelit. Soalnya, orang yang sering mengalami sembelit biasanya BAB sambil mengejan dan lebih lama berada di toilet.

Di luar urusan BAB, wasir juga bisa disebabkan oleh kegemukan atau kebiasaan mengangkat beban yang terlalu berat. Pada saat kita mengangkat beban berat, secara tidak sadar sebetulnya otot kita melakukan kontraksi seperti saat kita mengejan di toilet karena susah BAB. Itu sebabnya, kebiasaan mengangkat beban terlalu berat juga bisa menjadi pemicu wasir.

Bagaimana dengan orang gemuk? Pada orang yang gemuk, tubuh harus menanggung beban berat setiap saat. Ibaratnya, orang yang gemuk seperti mengangkat dan membawa beban berat ke mana-mana. Tekanan di daerah perut dan anus pun menjadi lebih besar. Inilah yang menyebabkan penderita obesitas punya risiko lebih besar mengalami wasir daripada orang dengan berat badan ideal.

Wasir juga bisa terjadi pada ibu hamil dan ibu melahirkan. Ini kondisi normal yang biasanya akan sembuh setelah nifas. Pada ibu hamil, kandungan yang membesar membuat tekanan di rongga perut membesar. Kondisi ini juga menyebabkan tekanan di daerah pembuluh darah anus ikut meningkat. Begitu juga waktu melahirkan, ibu harus mengejan dengan kuat selama persalinan. Semua kondisi normal ini pun bisa menjadi penyebab wasir.

Penuaan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Pada orang lanjut usia, elastisitas pembuluh darah anus sudah berkurang sehingga mudah mengalami peradangan. Gangguan wasir juga terkait dengan genetik. Anak dari orangtua yang punya masalah wasir juga punya risiko mengalami gangguan kesehatan seperti orangtuanya. Hamil, melahirkan, penuaan, dan riwayat keluarga ini merupakan faktor-faktor yang terjadi secara natural, bukan karena gaya hidup. Namun, faktor-faktor ini bukan penyebab utama. Yang paling dominan adalah faktor gaya hidup, misalnya dari pola makan.

Gatal Sering Diabaikan

Pada wasir stadium awal, pembengkakan pembuluh darah di anus mungkin tidak sampai mengganggu. Apalagi jika letaknya masih di dalam alias wasir eksternal. Biasanya tidak ada rasa nyeri maupun gatal. Kita umumnya baru menyadari menderita wasir ketika tiba-tiba melihat darah di feses, merasakan adanya benjolan di anus, atau ketika gejalanya sudah cukup mengganggu. Misalnya, rasa nyeri atau gatal hebat di anus.

Di masyarakat, gejala gatal di anus biasanya luput dari perhatian. Umumnya kita lebih mengaitkan gatal ini dengan gejala kecacingan (cacingan). Akibatnya, penyakit ini tidak tertangani dengan tepat. Wasir kok diobati dengan anticacing. Jelas tidak akan sembuh.

Memang, salah satu gejala yang mungkin timbul dari masalah cacingan adalah rasa gatal di anus. Namun, gejala ini sebetulnya tidak khas cacingan. Banyak penyakit lain yang menunjukkan gejala ini, salah satunya adalah wasir.

Gatal akibat iritasi di anus juga sering ditangani secara salah. Penderita kadang menggosok-gosoknya dengan kuat atau membersihkannya secara berlebihan. Bukannya menyelesaikan masalah, cara ini justru akan membuat iritasi di bagian yang bengkak menjadi lebih parah.

Hemoroid secara umum bukan termasuk penyakit yang membahayakan jiwa. Meski begitu, penderita sebaiknya tetap waspada dengan gejala yang timbul. Sebab, bisa saja gejala wasir ini muncul sebagai bagian dari penyakit lain yang lebih serius, misalnya kanker kolon (usus besar).

Jika dengan perubahan pola hidup wasir tidak juga sembuh, penderita sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Penyakit ini perlu diwaspadai jika darah di feses tidak lagi berupa bercak, melainkan sudah merata sampai membuat warna feses merah tua atau kehitaman. Itu pertanda bahwa perdarahan yang terjadi di bagian dalam anus sudah cukup parah.

Pada wasir biasa, dengan penanganan yang tepat, gejala biasanya bisa sembuh dalam tempo beberapa hari atau minggu. Tonjolan di bagian luar anus pun bisa hilang dengan sendirinya. Namun, ada kalanya tonjolan ini tidak bisa hilang dengan sendirinya. Ini biasanya terjadi pada wasir kronis yang parah. Tak perlu khawatir, untuk urusan yang ini, terapi bedah bisa menyelesaikannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s