TIPS SEHAT: Menangkal Wasir

Tangkal Wasir dengan Makanan

Seperti dijelaskan di tulisan pertama, wasir terkait erat dengan pola hidup, terutama pola makan. Akar masalahnya sangat mungkin berada di meja makan. Begitu pula, obatnya pun bisa jadi berada di tempat yang sama, yakni meja makan. Berikut ini beberapa tip yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau meredakan wasir:

  • Konsumsi cukup serat. Pembahasan tentang serat memang akan masuk ke dalam berbagai bab karena memang bahan ini termasuk “nutrisi” penting yang sering terlupakan di dalam gaya hidup modern. Konsumsi serat yang cukup akan menjauhkan kita dari sembelit. Sumber serat penting adalah buah dan sayur. Secara umum, kita dianjurkan mengonsumsi serat minimal 25 gram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 3—5 porsi buah atau sayur. Satu buah apel, satu buah mangga, seiris pepaya, seiris semangka, semangkuk sayur bayam, dan sebagainya bisa dihitung masing-masing sebagai satu porsi. Jika kita awalnya termasuk orang yang tidak begitu suka makan buah dan sayur, peningkatan konsumsi sebaiknya dilakukan pelan-pelan, tidak sekaligus. Jika kita tiba-tiba makan sayur dan buah dalam jumlah banyak, hal ini mungkin akan menyebabkan masalah timbulnya gas berlebihan di dalam usus.
  • Minum cukup air. Sama seperti serat, fungsi air dalam hal ini untuk mencegah sembelit. Dalam sehari, kita dianjurkan minum air 1,5—2 liter. Jumlah ini termasuk air minum, kuah sayur, dan air yang ada di dalam buah yang kita makan.
  • Kurangi makanan atau minuman yang banyak mengandung tanin. Misalnya buah-buahan yang rasanya sepat atau teh tubruk yang pekat. Sebagian besar buah-buahan pada dasarnya mengandung banyak serat yang justru bisa mencegah sembelit. Namun, buah-buah tertentu memiliki kandungan tanin yang cukup tinggi. Berkebalikan dengan serat, tanin ini justru bisa menjadi penyebab sembelit. Contoh paling gampang adalah salak yang sepat. Sepat adalah pertanda bahwa buah itu mengandung banyak tanin. Hanya jenis salak sepat yang perlu dihindari. Salak yang tidak sepat, seperti salak pondoh yang terkenal itu, tidak termasuk yang perlu dihindari.
  • Kurangi makanan yang meningkatkan kemungkinan ampas (feses) menjadi keras, misalnya daging kambing dalam jumlah banyak. Sebetulnya daging ini tidak secara langsung menyebabkan feses keras. Namun, jika kita makan terlalu banyak dan tidak diimbangi dengan konsumsi serat dan air yang sepadan, makanan seperti ini bisa saja menyebabkan feses menjadi keras.
  • Kurangi makanan yang mengiritasi saluran cerna, misalnya makanan yang pedas. Makanan pedas sebetulnya tidak secara langsung menyebabkan wasir. Mekanismenya berlangsung secara tidak langsung. Pada orang kebanyakan, makanan pedas akan merangsang saluran cerna, termasuk usus besar, juga bisa menyebabkan diare. Padahal, diare merupakan salah satu faktor penyebab wasir. Kalau kita sehari-hari termasuk orang yang doyan cabe, makanan pedas tak akan menjadi masalah. Hanya akan menjadi masalah jika kita bukan penggemar cabe dan kita sudah mengalami gejala ambeien.

Di Indonesia, cabe dipercaya sebagai obat tradisional untuk mengobati wasir dengan cara ditelan utuh, tidak dikunyah. Ini memang masih termasuk pengobatan tradisional yang belum ada pendukung ilmiahnya. Boleh saja dicoba kalau memang yakin, tentu saja dengan hati-hati. Yang jelas, menurut sistem pengobatan modern, kita bisa mengatasi wasir dengan cara yang lebih aman dan tidak berisiko. Kalau kita ingin mengatasinya secata tradisional, kita bisa memilih cara lain, misalnya dengan rebusan daun ungu atau handeuleum (Graptophyllum pictum) yang secara empiris lebih banyak digunakan.

  • Kurangi makanan yang banyak mengandung alkohol seperti tape atau durian. Kandungan alkohol dalam makanan-makanan ini bisa mengiritasi saluran cerna. Jika saluran cerna kita sehat, mengonsumsi makanan-makanan ini tidak akan menimbulkan masalah. Akan menjadi masalah jika kita sudah mengalami gejala ambeien.
  • Hindari makanan atau minuman yang sulit dicerna, misalnya daging setengah matang. Makanan setengah matang akan meningkatkan kemungkinan usus mengalami masalah, misalnya dispepsia atau salah cerna. Sebab, mungkin saja salah cerna ini akan berlanjut menyebabkan diare.

Makanan hanya merupakan salah satu faktor wasir, bukan satu-satunya. Karena itu, selain memperbaiki pola makan, kita juga harus memperbaiki pola hidup secara keseluruhan, antara lain:

  • Biasakan aktif bergerak. Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus besar dan menyebabkan sembelit. Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging, bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik yang bisa merangsang gerakan usus.
  • Jangan biasakan diri menunda acara ke belakang jika memang sudah terasa ingin. Kebiasaan menunda hanya akan membuat usus besar akan menjadi “malas” mendorong ampas makanan dan menyebabkan sembelit.
  • Saat sembelit, sebisa mungkin hindari penggunaan obat pencahar (antisembelit) yang kini banyak dijual bebas, dan banyak diiklankan di teve. Obat antisembelit memang bisa menyembuhkan gangguan konstipasi. Tapi ekefnya hanya sesaat. Dalam jangka panjang, obat ini justru bisa membuat sembelit menjadi kronis jika tidak diatasi dengan perubahan pola hidup. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah sebabnya, obat antisembelit sebaiknya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama. Kalaupun kita terpaksa menggunakan produk obat untuk mengatasi sembelit, gunakanlah suplemen serat alami yang banyak dijual bebas. Penggunaan suplemen ini tidak menimbulkan ketergantungan. Bisa digunakan dalam jangka lama, asalkan penggunaannya selalu disertai dengan minum air yang banyak.
  • Jangan membiasakan diri terlalu lama duduk, terutama di toilet. Ini akan membuat pembuluh darah anus tertekan dan menyebabkan wasir.
  • Jika anus terasa gatal, hindari menggosoknya dengan kuat atau membersihkannya dengan sabun. Gatal pada wasir terjadi karena iritasi, bukan karena kotor atau berjamur. Penggosokan yang terlalu kuat atau pencucian dengan sabun bisa saja justru akan memperparah iritasi. Untuk membersihkannya, cukup gunakan air yang disemprotkan, atau dilap dengan lembut menggunakan tisu yang sudah dibasahi. Sebaiknya jangan menggunakan tisu yang kering, tisu kasar, atau tisu yang mengandung alkohol. Untuk meredakan gatal atau nyeri yang timbul, kita bisa berendam dengan air hangat.

Dengan perubahan pola hidup di atas, umumnya masalah wasir bisa diselesaikan. Sebagian besar akar masalahnya di pola hidup, dan karena itu obatnya juga perubahan pola hidup. Bila kita sudah berusaha menyelesaikannya dengan perubahan pola hidup tapi tetap tak ada hasilnya, kita harus berkonsultasi ke dokter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s