Profesi Favorit Gaji Selangit [intisari]

Penulis: M. Sholekhudin

Para sarjana baru lulus banyak yang bertanya, pekerjaan apa saja yang menawarkan gaji tinggi? Sulit menjawab pertanyaan ini secara pasti. Bayaran mahal ditentukan oleh dua hal. Pertama, memang jenis profesinya menawarkan gaji tinggi. Kedua, perusahaan tempat kerja juga mempunyai standar gaji tinggi. Kombinasi kedua faktor inilah yang menawarkan pekerjaan-pekerjaan bergaji tinggi. Lalu jenis pekerjaan dan perusahaan apa saja yang menawarkan bayaran seperti itu?
—–

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, begitu kata sebuah kalimat bijak. Tapi kata sebuah guyonan, yang berpendapat seperti itu pasti orang yang tidak tahu cara mendapatkan kebahagiaan dengan uang. Oke, uang memang penting. Dalam bekerja, gaji tentu sangat penting meskipun mungkin bukan yang terpenting. Karena itu, wajar saja jika pencari kerja menjadikannya sebagai faktor penting.

Secara umum, ada tren yang menggambarkan hubungan antara jenis pekerjaan dengan besarnya gaji. Beberapa jenis pekerjaan selama satu dekade terakhir selalu bertengger di papan atas daftar pekerjaan favorit bergaji tinggi.

Lini A
”Dari tahun ke tahun, yang paling banyak dicari di Indonesia adalah untuk posisi sales dan marketing,” kata Bernadette R. Themas, country general manager konsultan rekrutmen Kelly Services Indonesia. Ini mudah dipahami mengingat hidup matinya perusahaan biasanya berada di tangan para manajer yang menjual dan memasarkan produk. Makanya wajar mereka digaji besar.

Dua posisi ini selalu menduduki lini atas kecuali menjelang pergantian milenium di tahun 1999-2000. Saat itu, SDM yang paling banyak dicari adalah ahli teknologi informasi-komunikasi (TIK). Tapi setelah pergantian milenium lewat, posisi pertama kembali diduduki oleh bagian penjualan dan pemasaran.
Di level kedua, masih kata Bernadette, posisi yang paling banyak dicari adalah bidang keuangan (finance ) dan akunting. Meskipun mereka tidak secara langsung menghasilkan uang seperti bagian penjualan dan pemasaran, kedua posisi ini juga masih tak jauh-jauh dari urusan duit.

Lini B
Di bawah empat profesi di atas, ada lini B yang diisi oleh beberapa profesi. Selisih peringkatnya tidak begitu tajam tapi mereka selalu menjadi incaran perusahaan headhunter. Peringkat pertama di lini B adalah profesi engineering. Termasuk dalam kategori ini adalah para ahli TIK. Seperti kita tahu, dunia TIK saat ini berkembang sangat cepat. Apalagi, kata Bernadette, Indonesia adalah salah satu negara dengan bisnis telekomunikasi paling besar di dunia.

Ditambah lagi, di tahun 2010 ini banyak perusahaan melakukan reformasi infrastruktur sehingga membutuhkan banyak tenaga ahli TIK. Tingginya permintaan ahli TIK ini masih belum diimbangi oleh ketersediaan SDM yang benar-benar kompeten. Industri TIK di Indonesia masih banyak mengimpor tenaga-tenaga asing, misalnya dari India, Filipina, dan Rusia. Ini adalah tantangan buat para SDM lokal untuk mengisi peluang tersebut.

Masih di lini B, yang juga banyak dicari dengan iming-iming gaji tinggi adalah tenaga ahli di industri minyak dan gas bumi (migas), mulai dari tenaga teknik sampai kelas manajer. Sejak lama profesi ini memang selalu konsisten berada di dalam daftar lima besar yang banyak dicari dan ditawari gaji tinggi. Hingga kini masih belum tergoyahkan.

Sebagai negara penghasil migas, Indonesia memang salah satu penghasil SDM andal di bidang ini. Mereka banyak diminati perusahaan-perusahaan migas multinasional. Permintaan SDM yang cukup tinggi ini masih tidak diimbangi dengan jumlah SDM yang kompeten. Banyak posisi yang kosong karena para SDM Indonesia memilih bekerja di luar negeri untuk mengejar gaji tinggi.

Lini C
Di lini C, barulah kita bisa menyebut pekerjaan lain-lain, seperti ahli hukum (misalnya manajer legal), ahli pengembangan SDM (misalnya manajer HRD), dan bidang-bidang lain. Daftar di atas disusun berdasarkan tinggi rendahnya permintaan dari perusahaan. Jika daftar disusun berdasarkan jenis perusahaan yang menawarkan standar gaji tinggi, maka peringkatnya bisa sedikit berubah. Yang akan menduduki peringkat pertama mungkin adalah industri migas.

Namun, menurut M. Ali Akbar, konsultan rekrutmen JO Executive, Jakarta, pengelompokan ini hanya berdasarkan standar rata-rata. Tidak bisa dipukul rata. Tidak semua perusahaan migas pasti menawarkan gaji tinggi. Kalau sebuah perusahaan hanya menjadi subkontraktor dari perusahaan migas lain, misalnya lewat mekanisme engineering procurement construction (EPC), maka standar gajinya pun biasanya relatif lebih rendah.

Peringkat pertama ini masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan migas multinasional. Ingin tahu berapa standar gajinya? Bernadette punya satu kata, ”Wow!” Sebagai gambaran, seorang geolog senior di perusahaan migas multinasional bisa digaji hingga Rp 100 juta sebulan. Ini jelas bukan ”wow” lagi, tapi ”wo…uw”.

Di peringkat kedua, sedikit di bawah perusahaan migas adalah perusahaan tambang nonmigas, misalnya tambang logam atau batubara. Namun, sekali lagi Akbar menegaskan, tidak semua perusahaan sejenis pasti menawarkan gaji tinggi. Akbar pernah menyeleksi pelamar untuk posisi corporate legal manager di sebuah perusahaan tambang multinasional yang gajinya di angka Rp 60 juta sebulan. Padahal itu untuk posisi manajer madya.

Didominasi Perusahaan Multinasional
Peringkat ketiga ditempati oleh perusahaan perbankan. Seperti di bidang migas, peringkat kedua ini juga didominasi oleh nama-nama bank multinasional. Akbar pernah menyeleksi kandidat manajer HRD berusia 35 tahun untuk sebuah bank asing di Jakarta yang ditawari gaji Rp 65 – 70 juta sebulan. Padahal, di bank-bank lain mungkin “cuma” sepertiganya. (Bahkan sepertiganya saja masih sangat menggiurkan.)

Industri perbankan memang sempat mengalami masa sulit. Misalnya, tahun 2008 terjadi rasionalisasi karyawan besar-besaran. Tapi sejak tahun 2009, kata Akbar, industri perbankan menujukkan perkembangan positif lagi. Di peringkat keempat, bertengger industri telekomunikasi. Sedikit di bawah perbankan tapi bisa juga dianggap sejajar. SDM yang dibutuhkan di bidang ini bukan hanya tenaga teknik dengan keahlian khusus tapi juga tenaga manajerial. Akbar pernah menyeleksi kandidat program manager untuk perusahaan operator telekomunikasi dengan standar gaji Rp 50 – 60 juta sebulan. Padahal posisi ini masih terhitung manajer madya.

Akbar juga pernah menyeleksi ahli TIK yang gajinya tak ka
lah hebat. Kandidat tersebut berusia 29 tahun, lulusan sebuah perguruan tinggi telekomunikasi dalam negeri, memegang sertifikat CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert), saat itu ditawari gaji sekitar Rp 60 – 70 juta sebulan. Posisi yang ia tempati bukan di level manajerial tapi bidang teknik. Dari contoh ini kita bisa melihat bahwa bidang TIK memberikan kesempatan luas kepada SDM di usia muda untuk meraih pencapaian setingi-tingginya.

Di peringkat kelima baru kita bisa memasukkan industri consumer goods dan sejenisnya. Di bidang ini pun nama-nama perusahaan dengan standar gaji tinggi masih didominasi oleh perusahaan multinasional. Akbar memberi gambaran umum, di perusahaan consumer goods kelas menengah sampai kelas besar, gaji manajer pemasaran sekitar Rp 35 – 40 juta sebulan.

Masuk dari Consumer Goods
Dari sekian jenis perusahaan di atas, kata Akbar, perusahaan consumer goods merupakan tempat yang paling bagus untuk menimba pengalaman. Perusahaan-perusahaan kategori lain biasanya mengambil SDM unggul yang sukses menjual makanan, minuman, keperluan rumah tangga, dan sejenisnya di industri consumer goods.

Kenapa begitu? Saat ini, industri perbankan maupun telekomunikasi memfokuskan target pemasaran retail alias ke konsumen langsung. Dulu perbankan memang mengincar perusahaan sebagai klien. Tapi saat ini fokus perbankan adalah retail, misalnya lewat produk kartu kredit, kredit pemilikan rumah atau kendaraan, dll. Targetnya adalah konsumen individu. Otomatis perusahaan pun mencari SDM yang terlatih menangani pasar retail.

Dalam urusan retail, yang paling hebat tetaplah industri consumer goods. Makanya SDM jebolan perusahaan consumer goods termasuk yang sangat diminati. Itu sebabnya Akbar tak ragu menyarankan para SDM yang ingin memperoleh pengalaman penjualan dan pemasaran untuk masuk ke industri ini. Kalau seseorang sukses di sini, ia bisa dengan mudah pindah ke industri lain. Katakanlah ia pindah ke perbankan, maka ia bisa memperoleh kenaikan gaji lebih kurang 20%.

Fenomena ini pernah terjadi di industri telekomunikasi. Tahun 2004 – 2005 industri ini berkembang sangat cepat. Kebutuhan SDM pun melonjak tinggi. Saat itu industri telekomunikasi banyak ”membajak” SDM dari industri consumer goods.

Peningkatan karier di industri consumer goods juga relatif lebih cepat daripada di industri perbankan. Di perbankan, posisi manajer madya biasanya didominasi oleh pekerja di usia 40-an tahun. Tapi di industri consumer goods, manajer madya biasanya diisi oleh karyawan di usia emas, 30-an tahun. Bahkan banyak di antaranya berusia sekitar 28 – 29 tahun. Wow, masih muda sudah kaya raya.

Boks:
Tips buat Pencari Gaji Tinggi
Menjadikan besarnya gaji sebagai pertimbangan utama memilih profesi jelas bukan hal yang salah. Namun, Bernadette dan Akbar punya saran agar pencari kerja bisa menemukan profesi yang benar-benar tepat.

1. Kalau kita masih sarjana yang baru lulus, jangan jual mahal. Lulusan perguruan tinggi mana pun, posisi tawarnya masih rendah. Jika menulis besar gaji yang diharapkan, jangan terlalu tinggi. Sesuaikan dengan standar perusahaan yang dilamar.

2. Saat baru pertama bekerja, jangan semata-mata melihat nama besar perusahaan dan gaji yang ditawarkan. Sebaiknya bukalah kesempatan sebelar-lebarnya untuk mencari pengalaman lebih dahulu. Setelah berpengalaman, kita bisa pindah ke perusahaan atau level pekerjaan dengan standar gaji yang lebih tinggi.

3. Bekali diri dengan sikap dan perilaku yang baik, misalnya berintegritas, bisa bekerja dalam tim, tahan terhadap tekanan, dan sejenisnya. Semua perusahaan dengan standar gaji tinggi pasti punya standar tinggi dalam hal ini.

4. Ini saran lawas tapi masih relevan: Bekali diri dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Hampir semua pekerjaan bergaji tinggi menuntut pekerja untuk sering berkomunikasi dalam bahasa internasional.

5. Saat melamar kerja di sebuah perusahaan, pelajari lebih dulu segala hal (bukan hanya gaji) yang terkait dengan perusahaan itu, misalnya visi dan misi, budaya perusahaan, sistem pengembangan karier, dsb. Akbar memberi bocoran, sekalipun seorang pelamar bukan nomor satu saat psikotes, ia bisa saja menjadi kandidat yang dipilih jika ia lebih menguasai hal-hal di atas.

6. Ketika melamar kerja, pahami betul deskripsi tugas pekerjaan itu. Dunia kerja saat ini cukup kompleks. Beberapa pekerjaan yang sekilas sangat mirip bisa saja memiliki tugas yang sangat berbeda.

7. Jika mau pindah kerja, pahami etiketnya. Pindah kerja jelas tidak dilarang. Tapi terlalu sering pindah malah membuat seseorang tidak diminati. Batas yang dianjurkan, sebaiknya pindah kerja dilakukan setelah tiga tahun.

8. Apa pun latar belakang pendidikan kita, kita berkesempatan menempati posisi-posisi dengan gaji tinggi. Memang beberapa jenis pekerjaan membutuhan keahlian spesifik, misalnya geologi, teknik informasi, akunting, keuangan, hukum, dan sejenisnya. Namun, fakta di dunia kerja menunjukkan banyak sarjana teknik sukses menjadi manajer pemasaran atau penjualan, sarjana pertanian menjadi direktur keuangan, arsitek menjadi presiden direktur perusahaan TIK, dan masih banyak lagi. Daftar di atas hanya dibuat berdasarkan data umum. Banyak profesi dan perusahaan yang tidak masuk kategori di atas tapi menawarkan gaji yang tak kalah tinggi.

9. Terakhir, jangan memaksakan diri meraih profesi tanpa kompetensi. Ukur kemampuan diri sendiri. Jangan semata-mata melihat pekerjaan berdasarkan gaji, tapi lihatlah profesi itu secara menyeluruh sebagai sebuah paket yang bisa membuat kita berkarya dalam kinerja terbaik. ”Berapa lama sih kita kuat bekerja dengan gaji tinggi kalau tiap hari harus ’makan hati’?” Bernadette memberi pesan pamungkas.

Boks kuecil saja:
Daftar lengkap standar gaji tahun 2009-2010 untuk beberapa jenis profesi bisa dilihat di: http://www.kellyservices.co.id/res/content/id/services/en/docs/salaryguide0910.pdf

Advertisements

5 thoughts on “Profesi Favorit Gaji Selangit [intisari]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s