NUTRISI: Makanan Anti-Masuk Angin

Makanan Minuman “Pengusir Angin”

Faktor-faktor pencetus masuk angin bisa benar-benar menyebabkan masuk angin jika ditambah kondisi gizi kurang seimbang. Gizi sangat mempengaruhi kekuatan sistem daya tahan tubuh. Dalam urusan daya tahan tubuh, gizi yang perlu diperhatikan terutama adalah vitamin dan mineral. Jika kita kekurangan vitamin dan mineral, sistem daya tahan tubuh kita mudah menjadi lemah.

Masuk angin bukan sebuah istilah medis. Maka istilah “mengeluarkan angin” tentu saja hanya sebutan awam. Sebagian dari kita menganggap bahwa masuk angin hanya akan sembuh kalau kita bisa membuang gas (maaf, kentut) atau bersendawa. Makanya ada yang berpandangan, bahwa salah satu bentuk pengobatan masuk angin adalah minum minuman bersoda. Ini adalah logika yang terlalu menyederhanakan keadaan.

Masuk angin bisa memiliki banyak gejala. Tidak selalu disertai dengan perut kembung. Jika gejala utamanya perut kembung, bisa jadi logika di atas benar. Penyakit ini baru bisa dianggap sembuh jika angin yang terperangkap di perut itu bisa dikeluarkan, artinya perut kembung tersebut sembuh. Namun jika gejalanya tidak disertai dengan perut kembung, sembuh tidaknya masuk angin tidak perlu diukur dari angin yang keluar.

Dari sekian banyak jenis makanan atau obat tradisional yang disarankan untuk mengatasi masuk angin, yang menempati urutan paling atas adalah jahe. Ya, jahe memang rempah dapur yang sangat kaya manfaat. Makanya jangan sampai dapur kita kehabisan rempah pedas aromatik ini.

Jahe merupakan bahan utama di dalam jamu-jamu untuk obat masuk angin. Lihat saja kemasan jamu masuk angin yang banyak beredar di pasar. Biasanya di situ ada kandungan jahenya. Kalau tidak menggunakan kata jahe, mungkin produsen jamu itu menggunakan nama ilmiahnya Zingiber offincinale. Sama saja, ini juga maksudnya jahe.

Kandungan utama jahe yang punya banyak manfaat adalah minyak atsiri (minyak menguap yang menyebabkan baunya harum). Minyak atsiri ini antara lain borneol, cineol, kampfena, gingerol dan zingeron. Dalam kemasan obat pabrik, jahe biasanya diperas dan disuling, diambil bagian minyaknya saja. Namun, jika kita menggunakannya secara tradisional, kita tidak perlu memisahakan bagian minyaknya. Jahe bisa dipakai sebagai jamu dengan cara dibuat menjadi wedang yang pekat. Jumlah jahenya lebih banyak daripada jika digunakan untuk wedang.

Caranya, jahe dikeprek (dipukul-pukul sampai memar halus) lalu direbus. Bisa juga dengan cara diparut lalu diperas diambil bagian cairnya untuk diminum langsung atau dipanaskan lebih dulu. Tak perlu ditambah gula karena ini memang jamu, bukan wedang. Untuk menetralkan rasa pedas dan pahitnya, kita bisa memberi sedikit garam. Kalau kita tidak kuat dengan pedasnya, kita bisa menambah gula. Lebih baik gula merah (gula aren, gula kelapa) daripada gula putih. Jika direbus, caranya: memarkan umbi jahe lalu rebus sampai mendidih dengan dua gelas air selama 15 menit atau sampai tinggal separuhnya. Dinginkan, lalu minum selagi hangat.

Di dalam tubuh, jahe bekerja mengatasi masuk angin dengan berbagai cara. Di saluran pencernaan, jahe akan memacu sistem pencernaan sehingga kembung bisa diatasi. Jahe juga memacu metabolisme tubuh, membuat tubuh menjadi lebih hangat, meningkatkan aliran darah, dan pada akhirnya meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Namun, cara ini tidak dianjurkan buat orang yang memiliki gangguan lambung. Sebab, kandungan minyak atsiri jahe yang panas dan pedas bisa mengiritasi lambung dan menyebabkan sakit menjadi lebih parah.

Selain diminum, jahe juga bisa digunakan untuk pemakaian luar. Caranya, parut beberapa umbi jahe. Hasil parutan tidak perlu diperas. Gunakan untuk “masker” di bagian tubuh yang permukaannya luas, misalnya punggung, dada, dan perut, lalu tutup dengan pakaian hangat. Masker ini bisa berfungsi mirip balsem, minyak kayu putih, atau minyak telon. Menghangatkan badan dan melancarkan peredaran darah.

Dalam urusan makanan, yang tak boleh dilupakan adalah makanan bergizi. Utamakan makanan yang banyak mengandung vitamin dan protein seperti buah segar, ikan, daging, dan sumber-sumber protein-vitamin lainnya. Lebih baik lagi kalau makan dan minum yang hangat-hangat, misalnya sup kaldu hangat. Lebih bagus lagi jika sup itu menggunakan bumbu rempah yang pekat. Rempah-rempah merupakan obat tradisional yang jarang kita sadari manfaatnya. Suhu hangat pada makanan dan ekstrak rempah akan merangsang tubuh melakukan metabolisme lebih cepat. Ini akan menyebabkan darah mengalir lebih cepat, paru-paru bernapas lebih cepat, jantung berdetak lebih aktif. Pada akhirnya, semua ini akan membangkitkan sistem daya tahan tubuh yang sedang lemah.

Cara lain, minum jamu. Ini cara instan yang bisa kita pilih. Tinggal sobek bungkusnya, minum, maka badan akan terasa hangat. Praktis dan murah. Di pasaran tersedia bermacam-macam obat tradisional untuk masuk angin yang isinya kebanyakan adalah rempah-rempah dapur. Jika minum jamu, pastikan memilih jamu yang seratus persen alami, bukan jamu yang mendapat tambahan obat kimia. Jamu herbal pada umumnya berisi ekstrak jahe, adas, kayu manis, cengkih, dan rempah-rempah aromatik sejenisnya.

Jika diperlukan, kita bisa minum suplemen multivitamin. Namun, pastikan untuk memilih suplemen yang dosisnya tidak terlalu tinggi. Cukup yang kadar vitaminnya sesuai dengan angka kecukupan gizi. Ini bisa dilihat di label atau kemasan obat. Multivitamin akan merangsang metabolisme tubuh dan mengaktifkan sistem daya tahan tubuh. Jika berlebihan, kelebihan vitamin ini akan terbuang sia-sia. Bahkan, bisa jadi justru akan memberatkan kerja ginjal. Sebetulnya dari makanan pun kita bisa mencukupi kebutuhan vitamin, tanpa perlu tambahan suplemen. Artinya, jika vitamin dari makanan sudah cukup, kita tidak perlu minum suplemen multivitamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s