TIPS SEHAT: Mengatasi Masuk Angin

Kita semua tentu pernah masuk angin. Tahu rasanya tapi kadang tak tahu penjelasannya. Dokter bilang, tidak ada penyakit yang namanya “masuk angin” itu. Terang saja, soalnya referensi para dokter adalah buku kedokteran modern. Di buku kedokteran, tak mungkin ada bab tentang masuk angin. Masuk angin adalah istilah awam yang biasa digunakan untuk menyebut sekumpulan gejala. Istilah medisnya: sindrom.

Gejalanya bisa berbeda-beda pada tiap orang. Tapi pada umumnya gejala utama masuk angin mirip dengan gejala selesma, yang biasa kita sebut sebagai flu-pilek. Misalnya, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, radang tenggorokan, dan sebangsanya. Kadang gejalanya juga mirip dengan gangguan cerna, misalnya perut kembung dan mual. Pada orang lain, gejalanya kadang berupa badan pegal-pegal seperti rematik.

Penyebab masuk angin umumnya bukan penyebab tunggal. Faktor utama adalah turunnya daya tahan tubuh. Begitu daya tahan tubuh lemah, maka virus dengan mudah menginfeksi. Virus ini menghasilkan toksin (zat racun) yang menyebabkan berbagai gangguan. Jika menyerang saluran napas, gejalanya bisa berupa hidung berair. Jika menyerang pusat pengendali suhu tubuh, gejalanya bisa berupa demam. Jika menyerang saluran pencernaan, gejalanya bisa berupa perut kembung. Jika menyerang otot, gejalanya bisa berupa pegal-pegal. Dan seterusnya.

Penyebab infeksi ini adalah virus, bukan bakteri. Itu sebabnya flu-masuk angin tidak tepat jika diobati dengan antibiotik. Tidak ada obat untuk membasmi virus flu. Ini kabar buruk. Kabar baiknya, virus ini tidak bertahan lama. Biasanya maksimal seminggu. Jika daya tahan tubuh membaik, tubuh sanggup mengatasi sendiri virus ini tanpa bantuan obat.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Pertama, kondisi lingkungan, seperti kondisi kedinginan, kehujanan, naik sepeda motor malam hari, mabuk kendaraan, perubahan musim, dan sejenisnya. Pada musim hujan di mana kelembapan udara tinggi dan intensitas sinar matahari kurang, jumlah virus di udara relatif lebih banyak daripada pada musim kemarau. Ini menyebabkan daya tahan tubuh kita harus bekerja ekstra melawan virus yang kita hirup bersama udara.

Pada saat hujan berkepanjangan, suhu udara menjadi rendah padahal badan kita terkondisi dalam keadaan hangat. Suhu yang rendah ini menyebabkan sistem pengatur suhu tubuh kita harus bekerja keras menyesuaikan diri. Inilah yang menyebabkan daya tahan tubuh kita melemah.

Penyebab lain masuk angin adalah kurang istirahat. Contoh paling gampang adalah bekerja lembur, begadang nonton sepakbola, naik kendaraan dalam waktu lama, kecapekan menyiapkan pesta, atau lainnya. Dalam kondisi normal, tubuh kebanyakan orang memerlukan istirahat rata-rata delapan jam sehari. Jika waktu istirahat kita kurang dari itu, tubuh akan mengalami gangguan keseimbangan hormonal. Ini akan menyebabkan daya tubuh menurun.

Jika masuk angin bisa sembuh dengan sendirinya, apakah itu berarti kita tidak perlu melakukan apa-apa sambil menunggu tubuh membasmi virus itu? Tentu saja kita bisa melakukan sesuatu untuk mempercepat proses penyembuhan itu, yaitu dengan melakukan sesuatu yang membuat daya tahan tubuh kita membaik.

Pertama, beristirahat. Sangat mungkin daya tahan tubuh kita lemah karena kita kurang beristirahat. Contoh paling gampang adalah masuk angin setelah menempuh perjalanan jauh, begadang lama, atau bekerja ekstra. Jika penyebab turunnya daya tahan tubuh kita adalah kurang istirahat, maka obatnya tentu saja adalah beristirahat. Saat kita istirahat, sistem kekebalan tubuh kita akan mengalami regenerasi dan perbaikan.

Bagaimana dengan kerokan? Ini cara tradisional yang banyak penggemarnya. Kerokan bisa menjadi pilihan. Silakan saja. Tapi perlu diperhatikan, kerokan tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena akan merusak pembuluh darah. Pada saat kerokan, koin akan menggerus jaringan kulit dan menyebabkan pembuluh darah di kulit melebar dan pecah. Ini memang akan merangsang peredaran darah. Peredaran nutrisi ke jaringan yang membutuhkan pun akan berjalan lebih lancar. Ini akan memacu metabolisme tubuh menjadi lebih aktif. Namun, jika kerokan dilakukan terlalu kuat atau berlebihan, maka tingkat kerusakan pembuluh darah bisa terlalu parah sehingga akan membuat orang yang dikerok justru mudah sakit. Kulit yang lecet justru bisa menjadi sasaran infeksi bakteri.

Kalau tak suka kerokan, kita bisa memilih cara tradisional lainnya, yaitu pijat. Sama seperti kerokan, pijatan akan membuat otot mengalami relaksasi dan membuat peredaran darah menjadi lebih lancar.

Cara lain, mandi air hangat. Lebih baik lagi jika air ditambah rempah-rempah aromatik seperti daun serai atau daun jeruk sehingga kita mandi air hangat plus aromaterapi. Air hangat akan membuat peredaran darah menjadi lebih lancar. Ini akan memacu sistem kekebalan tubuh.

Jika kita menggunakan air hangat itu untuk berendam lama, akan lebih bagus jika air ditambah dengan sedikit garam. Cukup garam kasar saja, tak perlu garam yang mahal. Sekitar 0,9 gram tiap liter air. Fungsi garam ini untuk membuat air memiliki tingkat kepekatan sama seperti cairan darah. Jika kita berendam lama di dalam air yang tidak ditambahi apa-apa, maka air itu akan menyedot elektrolit di dalam tubuh lewat kulit. Jika tingkat kepekatan air itu sama dengan kepekatan cairan darah, air mandi kita tidak akan menyedot elektrolit dari dalam tubuh.

Air hangat dan aromaterapi akan membuat otot mengalami relaksasi sehingga kualitas istirahat kita menjadi lebih baik. Tidur akan menjadi lebih nyenyak sehingga proses regenerasi sel-sel tubuh kita berjalan lebih baik.

Kuncinya, apa pun yang kita lakukan, tujuan utamanya adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Setelah daya tahan tubuh membaik, biarkan tubuh melawan sendiri virus penyebab infeksi.

Kalau semua cara sudah ditempuh tapi masuk angin tak kunjung hilang, kita perlu waspada bahwa itu bukan masuk angin melainkan penyakit lain. Jika itu yang terjadi, maka langkah paling tepat adalah pergi ke dokter. Masuk angin atau flu-selesma bukan penyakit yang membahayakan jika. Biasanya tanpa perlu ke dokter, masalah kesehatan ini akan sembuh dengan sendirinya. Jika setiap hari menjadi tambah parah, kemungkinan besar itu bukan masuk angin, flu, atau selesma.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s