NUTRISI: Penurun Berat Badan

Makanan Pembakar Timbunan Lemak

Tak ada cara instan yang aman untuk mengatasi kegemukan. Cara paling aman yang dianjurkan adalah pengurangan berat badan sedikit demi sedikit dalam jangka panjang. Bertahap dan konsisten. Bukan cara instan tapi hanya sesaat. Penurunan berat 1 kg setiap bulan yang konsisten selama satu tahun jauh lebih sehat daripada penurunan 1 kg tiap minggu selama beberapa bulan lalu berhenti.

Diet sangat ketat, misalnya hanya makan sampai cuma separuh dari kebutuhan kalori harian, sangat tidak diajurkan. Diet semacam ini biasanya menyebabkan asupan vitamin dan mineral tidak cukup.

Cara yang paling dianjurkan untuk mengurangi berat badan adalah kombinasi antara pola makan sehat dengan program olahraga rutin. Sekalipun mungkin tidak menghasilkan penurunan berat badan sampai tingkat ideal, penurunan beberapa kilogram saja bisa memberi manfaat kesehatan banyak sekali. Dengan olahraga, orang yang overweight pun tetap bisa sehat dan bugar. Selain membuat tubuh lebih segar, olahraga terbukti bisa menurunkan berbagai risiko penyakit yang timbul akibat kegemukan. Aktivitas fisik dan olahraga tidak sekadar membakar kalori tapi juga menjaga keseimbangan hormonal tubuh yang membuat kita menjadi lebih segar dan mood lebih baik.

Dari daftar makanan atau minuman yang biasa kita konsumsi sebetulnya ada beberapa jenis bahan yang menurut beberapa penelitian memiliki efek pembakar lemak menjadi energi. Makanan “antigemuk” ini mengandung nutrisi penting untuk proses metabolisme energi sehingga bisa membantu tubuh membakar timbunan lemak. Namun, sekali lagi, timbunan lemak tidak mudah dibakar begitu saja menjadi energi kecuali disertai dengan olahraga yang terprogram dalam jangka panjang. Kelompok makanan itu antara lain:

  • Vitamin B. Vitamin ini diperlukan tubuh untuk proses pembentukan energi. Orang yang kekurangan vitamin B biasanya lebih malas bergerak daripada mereka yang kebutuhan vitamin ini tercukupi. Sebetulnya banyak sumber vitamin B. Sayangnya, sebagian makanan-makanan tersebut juga mengandung kalori dalam jumlah tinggi, misalnya susu atau daging. Kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak, mungkin saja berat badan justru naik. Oleh sebab itu sumber vitamin B yang dianjurkan adalah makanan rendah kalori yang bisa kita konsumsi setiap hari, misalnya beras yang masih memiliki banyak kulit ari (beras tumbuk), sayuran hijau, jeruk, dan kacang-kacangan.

 

Sebagain besar beras yang beredar di pasar diolah dengan mesin penggiling (selip). Beras seperti ini sudah kehilangan sebagian besar kulit arinya karena terpisah menjadi bekatul. Kalau kita ingin memperoleh manfaat kulit ari beras, sebetulnya kita bisa saja mengonsumsi bekatul seperti yang dilakukan oleh pelaku diet bekatul. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya dalam jangka panjang mengingat rasanya yang kurang enak.

  • Cabai. Cabai mengandung kapsaisin dan kapsinoid yang bisa membantu tubuh membakar lemak sebagai sumber energi. Kapsaisin adalah kandungan cabai yang menyebabkan rempah ini berasa pedas. Sementara kapsinoid adalah senyawa yang mirip dengan kapsaisin tapi tidak memiliki rasa pedas. Para peneliti lebih banyak menggunakan kapsinoid karena memang lebih aman dibanding kapsaisin yang bisa mengiritasi lambung.

 

Agar kita bisa memperoleh manfaat cabai ini, kita harus mengonsumsinya dalam jumlah cukup banyak sampai makanan kita cukup pedas. Sayangnya, tidak semua orang menyukai pedas. Sebagian orang bahkan langsung sakit perut kalau makan pedas. Itu sebabnya, dalam urusan manajemen berat badan, pencinta cabai lebih beruntung daripada orang yang tidak tahan pedas. Selain dari cabai, kita juga bisa memperoleh manfaat serupa dari rempah-rempah lain yang juga berasa pedas seperti merica.

  • Kafein. Contoh bahan pangan yang mengandung senyawa ini adalah teh dan kopi. Kafein termasuk bahan yang sudah akrab dengan kehidupan kita. Banyak di antara kita yang mungkin mengonsumsinya setiap hari.

Kopi membuat kita menjadi merasa segara. Ini terjadi karena kafein meningkatkan metabolisme energi tubuh kita. Namun, kafein juga memiliki sisi merugikan yang harus dipertimbangkan, seperti jantung berdebar-debar. Itu sebabnya kita tidak dianjurkan mengonsumsi kafein lebih dari 50 mg dalam dosis sekali minum. Kadar 50 mg ini kira-kira setara dengan kopi satu cangkir.

Jika kita ingin mengambil manfaat jangka panjang dari kopi, berarti kita harus mengonsumsinya sebagai menu harian. Bila kita setiap hari minum kopi, sangat mungkin kita menjadi tergantung pada kafein dan menjadi loyo kalau tidak minum kopi. Ini termasuk efek merugikan yang juga harus dipertimbangkan. Jika kita ingin memperoleh manfaat optimal dari kafein, kita dianjurkan minum sekitar satu sampai setengah jam sebelum berolahraga, bukan pada saat akan bekerja di depan komputer. Dengan cara ini, kafein akan membuat kita bisa melakukan olahraga lebih lama degan intensitas lebih tinggi sehingga tubuh makin banyak membakar energi.

Untuk konsumsi setiap hari dalam jangka panjang, teh lebih dianjurkan daripada kopi. Selain mengandung kafein, teh juga mengandung antioksidan katekin, flavonoid, dan senyawa kelompok xantin yang punya efek serupa dalam hal membakar kalori. Teh juga lebih banyak mengandung tanin yang bisa mengurangi penyerapan lemak di usus. Selain itu, teh tetap nikmat disesap tanpa tambahan gula. Ini berbeda dengan kopi yang biasanya diminum dengan tambahan gula yang otomatis akan menambah kalorinya.

  • Kromium. Ini salah satu mineral esensial yang diperlukan untuk metabolisme energi dan mencegah penimbunan gula menjadi lemak. Kromium banyak terdapat di dalam daging dan keju. Tapi kedua makanan ini mengandung banyak kalori sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi banyak-banyak setiap hari. Salah satu sumber utama kromium yang rendah kalori adalah bawang merah. Kalau kita ingin mengambil manfaat antigemuk, kita bisa menambahkan lebih banyak bawang merah ke dalam masakan kita sehari-hari.

Di samping bahan-bahan di atas, masih ada beberapa jenis nutrisi lain yang juga bisa membantu pembakaran lemak menjadi kalori, seperti beberapa jenis asam amino tertentu. Namun, zat-zat ini tidak bisa diperoleh di dalam makanan yang bisa dianjurkan untuk konsumsi setiap hari dalam jangka panjang. Jangka panjang adalah ukuran penting yang tiak boleh dilupakan dalam usaha mengelola kegemukan.

Di pasaran, tersedia banyak suplemen yang berisi kombinasi bahan-bahan di atas dan diklaim bisa membantu menurunkan berat badan. Dari sudut pandang ilmu gizi, kita lebih dianjurkan memperoleh nutrisi-nutrisi ini dari makanan atau minuman sehari-hari, bukan dari suplemen. Selain jenis gizinya lebih komplet, komposisinya juga seimbang sesuai dengan kebutuhan biologis manusia.

Sebagai contoh, kombinasi antara nasi dari beras tumbuk, plus sayuran hijau, dan buah-buahan. Karbohidrat dari beras akan mencukupi kebutuhan kalori harian kita. Seratnya akan membuat rasa kenyang tahan lama sehingga kita tidak cenderung mengonsumsi kalori banyak-banyak. Sementara vitamin B-nya akan membantu tubuh membakar kalori saat berolahraga.

Sekali lagi, zat gizi dari makanan hanya berfungsi membantu membakar lemak. Tanpa olahraga yang terprogram, kita tidak bisa berharap banyak dari makanan saja. Olahragalah yang akan membakar lemak, zat-zat makanan di atas hanya membantu proses metabolismenya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s