Nutrisi buat Ibu Menyusui


Selama menyusui, seorang ibu memerlukan tambahan nutrisi untuk produksi ASI. Pada bulan-bulan pertama menyusui, ibu menghasilkan ASI sekitar 750 ml/hari. Jumlah ini akan terus menurun pada bulan-bulan berikutnya hingga tinggal sekitar 600 ml/hari. Untuk menghasilkan ASI sebanyak itu, ibu memerlukan tambahan kalori dari makanan sekitar 500 – 550 kkal sehari.

ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi, terutama di usia enam bulan pertama kelahirannya. ASI memiliki gizi yang lengkap dan seimbang. Lengkap dalam arti mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh si bayi. Seimbang dalam arti bahwa zat-zat gizi itu kadarnya sesuai dengan kebutuhan bayi pada umurnya. Jadi, sebisa mungkin ibu harus berusaha agar bisa memberikan ASI buat bayinya.

Menurut panduan nutrisi ibu menyusui terbitan Ohio State University, ada beberapa zat gizi utama yang harus dipastikan tercukupi di dalam makanan si ibu, antara lain protein, asam folat, kalsium, zat besi (Fe), dan seng (Zn). Semua zat gizi ini dibutuhkan oleh si bayi dan harus tersedia secara cukup di dalam ASI.

  1. Protein. Zat gizi ini diperlukan untuk pertumbuhan badan bayi. Jika ia kekurangan protein, pertumbuhan badannya bisa terhambat. Agar ASI mengandung cukup protein, si ibu membutuhkan protein sekitar 70 g sehari. Sumber protein bisa berasal dari ikan, tahu, tempe, daging, telur, susu, dan lain-lain.
  2. Asam folat. Vitamin ini juga diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel bayi. Agar ASI mengandung cukup asam folat, si ibu diajurkan mengonsumsi makanan yang kaya folat, seperti brokoli dan sayuran-sayuran yang berwarna hijau gelap.
  3. Kalsium. Mineral ini diperlukan untuk pertumbuhan tulang bayi. Seorang ibu menyusui memerlukan setidaknya sekitar 1.000 mg kalsium sehari. Kebutuhan kalsium ini bisa didapatkan dari, misalnya, susu dan produk-produk turunannya serta sayur-sayuran.
  4. Zat besi dan seng. Saat menyusui, ibu membutuhkan zat besi sekitar 10 mg sehari dan 12 mg seng sehari. Kebutuhan terhadap kedua jenis mineral ini bisa didapatkan dari sayuran, telur, daging, biji-bijian, dan daging.


Mayo Clinic memberikan panduan sederhana agar kebutuhan gizi ibu tetap terpenuhi dan produksi ASI tetap terjaga.

  1. Makanlah secara bervariasi dengan panduan gizi seimbang seperti biasa.
  2. Aturlah jadwal makan sehingga kebutuhan gizi ibu maupun bayi bisa sama-sama selalu terpenuhi. Misalnya, makan tiga kali sehari dengan diselingi dua kali makanan kecil.
  3. Perbanyak makan buah dan sayur.
  4. Perbanyak minum air. Agar produksi ASI tetap terjaga, si ibu memerlukan lebih banyak air dibanding biasanya. Dr. Luciana B. Sutanto, dalam bukunya Gizi Wanita Aktif terbitan Intisari menganjurkan ibu mengonsumi air sekitar 3 – 4 liter sehari dalam bentuk air putih, jus, sup, kuah sayur, dan sejenisnya. Jadi, 3 – 4 liter itu tidak harus semuanya dalam bentuk air putih. Namun, jangan terlalu banyak mengonsumi minuman dengan kadar gula tinggi.
  5. Selama menyusui, si ibu tidak dianjurkan melakukan diet ketat. Diet yang terlalu ketat menyebabkan kualitas zat gizi di dalam ASI menurun. Ini tentu akan merugikan si bayi. Harap dicatat, tambahan makanan 500 kkal itu tidak akan menyebabkan si ibu menjadi gemuk. Tambahan makanan sebanyak itu tidak akan ditimbun oleh tubuh asalkan ibu aktif menyusui anaknya dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan.(emshol/sedap)
Advertisements

2 thoughts on “Nutrisi buat Ibu Menyusui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s