qurrata ain

seorang laki-laki
seorang perempuan
saling menghayati
saling meniadakan
dalam puisi dua hati
satu nyanyian

…..

tahukah kamu mas
telah aku bayangkan puisi ini
dan aku simpan di dalam hati
jauh sebelum malam ahad legi itu
saat kita mengucap puja puji
mahasuci tuhan
mahasuci tuhan
yang menciptakan rasa sepi
dan kebahagiaan

jauh sebelum bertemu denganmu mas
aku sudah berjanji kepada diriku
tak penting siapa pun dirimu
aku akan mencintaimu dengan sepenuh hatiku
sebab aku percaya
cinta tak selalu membutuhkan alasan
dia bisa dinazarkan tanpa penjelasan
seperti tuhan
yang mewajibkan atas dirinya
kasih dan sayang

yaa waduud
yaa rahmaan

dan kau tahu dik
aku selalu menimbang imanku
maka aku tidak pantas bicara kepadamu
tentang separuh agama yang coba kita lunaskan
ini hanya tentang setengah janji
yang akan kita tunaikan
tanpa koreksi
tanpa keringanan
sebab kita telah membuat keputusan

aku tak paham penyelenggaraan tuhan dik
yang kutahu dia tak bermain peluang
dan malam itu adalah malam arit rembulan
saat sekawanan kunang-kunang cahaya remang
terbang mengantar seorang petualang
yang bertahun-tahun kehilangan jalan pulang
sampai di sini saja kawan
seseorang akan datang menjadi penunjuk jalan
apakah itu sebuah kebetulan

yaa waduud
yaa rahmaan

Advertisements

3 thoughts on “qurrata ain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s