SENI MENULIS POPULER (5)

TULISAN

KOMENTAR

STIKOSA, Masihkah Perkasa atau sudah Kadaluarsa?

Oleh: Razak

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) merupakan sekolah tinggi dengan jurusan ilmu komunikasi paling tua di kawasan Indonesia timur. Sekolah yang didirikan pada tahun 1964 ini telah banyak melahirkan para insan media, mulai dari cetak sampai media elektronik. Dikalangan perusahaan media nama STIKOSA pun harum. Tetapi sekarang, apakah masih seperkasa dulu, atau mungkin sudah kadaluarsa?

Sebelum bernama STIKOSA-AWS pada tahun 1985, dulu namanya hanya AWS (Akademi Wartawan Surabaya) dan hanya membuka program Diploma III (D3). Meskipun begitu, AWS mampu melahirkan jebolan-jebolan yang sangat unggul sehingga mampu menempati pos – pos penting perusahaan media. Mulai dari wartawan, fotografer, redaktur sampai Pemimpin Redaksi (Pemred).

Sebut saja Ketua STIKOSA saat ini, Zaenal Arifin Emka, yang sudah melanglang buana di jagad media cetak. Pembantu Ketua 1, Wolly Baktiono yang juga sudah mengenyam asam garam dunia kepenyiaran. Pembantu Ketua 3, Fajar Arifianto Isnugroho yang menjabat sebagai ketua Komisi Penyiaran Daerah Jawa Timur (KPID Jatim). Sirikit Syah, dosen Stikosa yang juga kenyang pengalaman di media, dari cetak sampai elektronik, bahkan mendirikan sebuah LSM media dengan label Lembaga Konsumen Media atau LKM.

Lebih lanjut lagi, Misalnya Mamuk Ismuntoro dosen STIKOSA-AWS yang sekaligus editor foto Surabaya Post. Eric ‘ireng’ pewarta foto Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Beky Subecky Fotografer Jawa Pos, Imawan Manshuri pemred Jawa Pos Media Televisi (JTV). Mereka adalah sekelumit lulusan AWS yang berhasil.

Namun sekarang, apakah gaung STIKOSA-AWS masih menggema seperti dahulu? Di tengah bercokolnya sekolah tinggi atau universitas yang membuka jurusan ilmu komunikasi. Apakah mampu mepertahankan eksisitensinya sebagai kawah candra dimuka lahirnya wartawan atau pekerja media yang professional?

Kesadaran terhadap ORMAWA

Organisasi Mahasiswa atau yang lebih dikenal dengan isrtilah ORMAWA adalah wadah untuk mahasiswa berkreativitas, mempraktekkan apa yang telah didapatnya di bangku kuliah, tidak melulu teori saja. Seperti BEM, UKM, Unitas. Sayangnya mahasiswa STIKOSA-AWS tidak banyak yang menyadari hal tersebut, buktinya jumlah anggota dari masing-masing ormawa tidak pernah mencapai 20 orang per angkatannya. Hal ini menunjukkan rendahnya kesadaran mahasiswa akan untuk mengasah dan meningkatkan skill nya dengan mengikuti organisasi tersebut.

Lembaga Pers Mahasiswa Acta Surya misalnya, tiap angkatan jumlahnya tidak pernah mencapai  lebih dari 10 orang. Padahal STIKOSA-AWS ini  sekolah tinggi yang berdisiplin ilmu komunikasi yang salah satu jurusannya adalah jurnalistik, dimana outputnya nanti menjadi pekerja media. Apakah mahasiswa tidak ingin mengetahui seluk-beluk dunia media cetak dengan ikut dan menjadi anggota redaksi LPM Acta Surya? Hal ini diperparah oleh akademik yang seolah tidak mau tahu tentang infrastruktur ini, sehingga setiap mengadakan hajatan yang berupa diskusi public, kunjungan redaksi, atau apapun, dana yang dikucurkan sangat minim. Sehingga para awak redaksi acta Surya harus terkatung-katung mencari dana ke donator-donatur.

AWS TV dan AWS Radio bahkan tidak pernah terdengar siarannya. Studio AWS TV, hanya digunakan sebagai tempat praktek mata kuliah TV, selebihnya hanya digunakan sebagai tempat nongkrong para kru atau pengurus AWS TV. Jarang ada siaran yang mebutuhkan skill para kru. Dan jika ada siaran, hanya sebatas kegiatan-kegiatan kampus.

Nasib AWS Radio malah lebih mengenaskan, selain tidak pernah ada siaran, juga tidak pernah ada pengurus yang jelas. Sehingga pengurus AWS TV lah yang harus mengurusinya, karena studio AWS TV dan AWS Radio bersebelahan. Sekarang, AWS Radio tidak pernah digunakan sebagai tempat belajar siaran, sebelum terjun ke dunia penyiaran, sesekali hanya digunakan sebagai tempat praktikum radio.

Nasib yang sama pun dialami oleh UKM Himmarfi (Himpunan Mahasiswa Pecinta Fortografi), sebagai wadah yang disediakan untuk belajar fotografi, harusnya mahasiswa STIKOSA-AWS bisa banyak belajar tentang fotografi disini. Namun, hanya sekelumit mahasiswa yang mengikuti UKM ini.

Ya, Ormawa-Ormawa diatas adalah Ormawa yang bersinggungan dengan dunia media. Mulai dari cetak sampai elektronik. Yang seharusnya digandrungi oleh mahasiswa STIKOSA, karena nantinya mereka akan berkecimpung di dunia media massa. Padahal pihak akademik sudah memberi fasilitas yang bisa dibilang cukup. Seperti sekretariat untuk masing-masing ormawa (khusus unitas tidak ada), computer 1 Set, untuk AWS TV dan AWS Radio pun ada studionya juga pemancar siarannya.

Namun sangat disayangkan akademik pun hanya sebatas member fasilitas, tidak memantau fasilitas yang telah diberikan tersebut. Untuk merawat saja mungkin tidak pernah, hal ini bisa dilihat pada pemancar siaran AWS TV dan AWS Radio yang terbengkalai.

Dengan keadaan yang seperti ini, bagaimana mungkin STIKOSA-AWS yang menjadi “kawah candradimuka”  pekerja media,masih bisa perkasa? Jika keadaannya terus seperti ini, bukan tidak mungkin jika STKOSA akan menjadi Kadaluarsa.

Oleh karena itu, pihak akademik dan mahasiswa bersinergi untuk menjadikan STIKOSA AWS kembali disegani, di tengah banyak bermunculannya Universitas atau Sekolah Tinggi yang mempunyai Jurusan Ilmu Komunikasi di dalamya. Mari jadikan STIKOSA AWS menjadi Kawah Candradimuka yang selalu perkasa,  bukan yang kadaluarsa. Semoga.

Nah, tulisan seperti inilah yang saya harapkan :p. Komentar ringkas saya: tulisan ini sudah cukup bagus, tinggal dirapikan dengan pedoman EYD.Kenapa saya bilang cukup bagus? Pertama, tulisan ini memberi pengetahuan kepada pembaca. Setelah membaca tulisan ini, kami jadi tahu perihal STIKOSA AWS, termasuk kondisinya sekarang.

Kedua, tulisan ini juga berisi banyak data yang relevan. Ada nama-nama jebolan AWS, kiprah mereka di media massa, data kondisi saat ini, dan seterusnya.

Ketiga, tulisan ini membahas masalah aktual yang dihadapi STIKOSA. Dalam penulisan populer, secara umum hal-hal aktual selalu menarik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s