OBAT BUAT IBU HAMIL (1)

Obat sejatinya adalah racun. Racun yang punya manfaat. Kita terpaksa minum obat karena satu alasan: manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya. Ini adalah prinsip utama yang harus kita pegang setiap kali minum obat.
First, do no harm. Perkara manjur atau tidak, itu urusan nomor dua. Perkara pertama yang harus benar-benar diperhatikan adalah apakah obat itu aman ataukah tidak. Aman dulu, baru berkhasiat. Urutannya harus begitu, tidak boleh dibalik. Itu sebabnya dalam penelitian tentang obat, toxicity test (uji keamanan) lebih didahulukan daripada efficacy test (uji khasiat).
Penelitian tentang obat biasanya dilakukan terhadap hewan coba lebih dulu. Jika terbukti aman, baru dilakukan pada manusia. Di tahap ini ada keterbatasan yang tidak bisa dihindari. Penelitian terhadap ibu hamil dan janinnya sulit dilakukan karena terlalu berisiko. Itu sebabnya data tentang pengaruh obat terhadap janin tidak banyak diketahui. Bahasa awamnya, wallahua’lam.
Ada obat yang aman buat ibu hamil, banyak pula yang berbahaya. Contoh obat berbahaya yang paling fenomenal dalam sejarah manusia adalah talidomid. Obat yang biasa digunakan sebagai pil tidur ini memiliki efek antimuntah. Khasiat atimuntah ini lalu dimanfaatkan oleh ibu-ibu hamil yang tak tahan mual-muntah.
Belakangan baru diketahui ternyata banyak ibu yang minum obat ini melahirkan bayi tanpa lengan, tungkai, atau telinga. Banyak di antara bayi-bayi itu mengalami gangguan jantung, mata, ginjal, retardasi mental, dan sebagianya. Efek buruk yang disebut “teratogenik” obat ini baru diketahui dari banyaknya laporan bayi lahir, bukan dari penelitian yang memang sejak awal didesain untuk melihat pengaruh obat itu terhadap janin.
Ini memang salah satu keterbatasan ilmu farmasi modern. Karena ada keterbatasan inilah, ibu hamil harus ekstra hati-hati kalau mau minum obat. Sebisa mungkin ibu hamil harus berusaha menghindari minum obat, dengan menerapkan pola hidup sehat, terutama sekali pada tiga bulan (trimester) pertama. Masa trimester pertama merupakan periode inisiasi pembentukan organ-organ vital bayi. Jika si ibu minum obat yang salah, bisa saja proses ini terganggu dan menyebabkan bayi lahir dengan kelainan organ.
Aturan pertama selama kehamilan, sebisa mungkin hindari penggunaan obat, terutama obat yang diminum. Sebagai alternatifnya, ibu hamil bisa menggunakan cara-cara non-obat. Misalnya, saat sakit kepala, pusing, atau badan capek. Daripada minum obat, lebih aman pijat, spa, atau mandi air hangat saja. Tentu pijatnya di bagian tubuh yang tak berhubungan dengan kandungan. Jika diperlukan, untuk pijat, ibu hamil bisa menggunakan balsem, minyak kayu putih, minyak telon dan sejenisnya yang tak perlu diminum dan berkhasiat terapi aroma.
  Aturan kedua, kalau terpaksa minum obat, pilihlah obat yang aman. Ada kondisi-kondisi tertentu ketika ibu hamil harus menjalani pengobatan. Misalnya, jika dia mengalami demam tinggi, dia sebaiknya minum obat penurun demam. Sebab, jika dibiarkan saja, demam tinggi bisa membahayakan kesehatan janin.
Syaratnya, obat itu harus aman buat janin. Jika si ibu salah memilih obat demam, bisa saja janin justru mengalami masalah yang lebih parah. Itu sebabnya, obat demam yang dipilih harus yang paling aman. Sejauh ini, obat demam paling aman buat ibu hamil adalah parasetamol.
Contoh lain, ibu hamil yang menyandang diabetes atau hipertensi sebaiknya tetap minum obat selama kehamilan. Sebab, jika tidak dikontrol, kadar gula darah dan tekanan darah yang tinggi pada ibu bisa membahayakan kesehatan janin. Kondisi diabetes yang tak terkontrol bisa menyebabkan bayi lahri dengan berat badan rendah. Dalam hal ini pemilihan obat diabetes dan obat hipertensi yang aman harus dilakukan oleh dokter. Obat diabetes dan hipertensi bukan termasuk golongan obat bebas. 

———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s