OBAT SARIAWAN (2)

Di Indonesia ada beberapa obat yang sering digunakan oleh penderita sariawan, antara lain:
1.      Vitamin C
Sekalipun penyebab utama sariawan mungkin bukan karena kekurangan vitamin, minum vitamin ini tidaklah keliru. Selain bisa membantu penyembuhan luka, vitamin ini juga bisa meningkatkan ketahanan tubuh.
2.      Antiseptik lokal
a.       Polikresulen, contoh merek dagang yang terkenal: Albothyl Concentrate®. Obat yang punya khasiat antiseptik dan pemati rasa ini tergolong laris karena diiklankan di televisi. Digunakan dengan cara diencerkan, lalu dijadikan obat kumur, dilanjutkan dengan dioleskan pada bagian luka.
Selain sebagai obat sariawan, obat ini juga banyak dipakai untuk luka infeksi di anus atau di vagina. Di banyak negara, obat ini hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Tapi di Indonesia, obat ini boleh dibeli tanpa resep dokter, bahkan diiklankan di media massa.
Sekalipun kita bisa membelinya tanpa resep dokter, sebaiknya kita tetap berhati-hati dan tidak sering-sering menggunakannya, apalagi menjadikannya sebagai obat kumur setiap hari. Penggunaan sebagai obat kumur harian justru bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik dan jahat di mulut. Polikresulen adalah antiseptik, hanya untuk pemakaian luar, jangan sampai tertelan.
b.      Povidon iodin, contoh merek dagang: Isodine Gargle®. Isinya sama dengan Betadine® tapi khusus untuk obat kumur.
c.       Heksetidin, klorheksidin dalam bentuk obat kumur
d.      Dekualinium, dalam bentuk tablet hisap. Contoh merek dagang yang terkenal: SP Troches®.
e.       Fradiomisin dan gramisidin, dalam bentuk tablet isap. Contoh merek dagang yang terkenal: FG Troches®.
f.       Setrimonium, setilpiridinium
3.      Kortikosteroid
Misalnya triamsinolon. Contoh merek dagang yang terkenal: Kenalog in Orabase®. Ini bukan obat bebas. Hanya boleh dipakai sesekali kalau memang kita jarang menderita sariawan. Penggunaan lama dan sering bisa menimbulkan efek samping merugikan. Tanyakan seluk-beluknya kepada apoteker.
Kortikosteroid hanya boleh digunakan jika kita tahu persis bahwa sariawan tidak disebabkan oleh infeksi. Jika sariawan disebabkan infeksi jamur lalu kita beri kortikosteroid, maka infeksi bisa menjadi semakin parah. Baca juga Bab Kortikosteroid.
4.      Anestesi (pemati rasa) lokal
Misalnya benzidamin,benzokain, dan lidokain. Ini juga bukan obat bebas.
5.      Antijamur
Misal nistatindan mikonazol. Obat antijamur hanya digunakan untuk sariawan jika kita benar-benar yakin bahwa penyebabnya adalah infeksi jamur. Oleh karena orang awam umumnya tidak bisa membedakan antara sariawan akibat infeksi jamur dan bukan, maka obat ini tidak termasuk obat bebas.
Jika sariawan tidak disebabkan oleh jamur, pemberian obat ini tidak berguna sama sekali. Bahkan bisa mengganggu keseimbangan mikroba normal di mulut.  Kalau kita “langganan” mengalami sariawan, biasanya itu bukan disebabkan oleh jamur. Sebaiknya hindari obat ini.
Selain obat-obat di atas, masih ada beberapa jenis obat lain yang sering dipakai. Namun, obat-obat di daftar di atas pada umumnya sudah cukup untuk mengatasi sariawan. Jangan terlalu gampang memakai obat-obat di atas, sedikit-sedikit pakai Albothy® atau Kenalog®. Pada awalnya obat-obat ini mungkin manjur, tapi lama-lama hampir bisa dipastikan obat-obat ini tidak manjur lagi. Ini memang salah satu sifat obat. Itu sebabnya kita harus menggunakan obat secara cermat.
Tanpa diobati secara khusus pun, sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam tempo 1-2 minggu. Jika sariawan tidak kunjung sembuh atau sering sekali berulang, misalnya sebulan tiga kali, kita harus waspada. Bisa jadi itu menunjukkan adanya penyakit serius, misalnya gangguan imunitas tubuh.
Ada kalanya gejala sakit tidak perlu diobati. Cukup dinikmati saja rasa perihnya. Sebab, gejala sakit sering justru bermanfaat bagi kita. Sebagai contoh, jika kita mengalami sariawan, mungkin saja itu alarm agar kita kembali ke pola hidup sehat: beristirahat dengan cukup, makan buah dan sayur, minum cukup air, menghindari stres dan sebagainya. Toh sariawan akan sembuh dengan sendirinya. Jika kita mengobatinya, mungkin saja itu jutsru akan membuat kita lupa terhadap akarnya, yaitu pola hidup kurang sehat.

Obat
Contoh nama dagang
Antiseptik
Polikresulen
Albothyl Concentrate®
Povidon iodin
Isodine Gargle®, Forinfec®, Molexdine Mouthwash®, Neo Iodine®, Orodin®, Scansepta Gargle®, Septadine Gargle®
Heksetidin
Bactidol®, Hexadol®, Hexadol Gargle Mouthwash®
Klorheksidin
Garglin®, Fordenta®
Dekualinium
SP Troches®, Degirol®, Efisol®, Decamedin®
Fradiomisin & gramisidin
FG Troches®
Kortikosteroid
Triamsinolon
Kenalog in Orabase®, Ketricin Orabase®, Sinocort®
Pemati rasa
Benzidamin
Tantum Verde®, Tanflex®
Antijamur
Nistatin
Candistin®, Kandistatin®, Mycostatin®
Mikonazol
Daktarin Oral Gel®

———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s