OBAT DIARE (2)

Ketiga golongan di atas merupakan kelompok obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi diare. Anda mungkin bertanya: kalau begitu Diapet® yang menjadi top brand itu masuk kelompok mana? Entrostop® sudah jelas masuk kategori pertama, yaitu adsorben.
Kita perlu membahasnya karena Diapet®termasuk salah satu produk yang banyak dikonsumsi. Diapet® sedikit berbeda dari kebanyakan obat diare. Obat ini sebetulnya termasuk kategori obat tradisional, satu tingkat di atas jamu. Selain Diapet®, masih ada beberapa merek dagang obat diare lainnya yang isinya mirip tapi kalah terkenal karena kurang banyak diiklankan, misalnya Fitodiar®
Dua kandungan utama Diapet®adalah ekstrak daun jambu biji dan rimpang kunyit. Di kemasan obat, bahan-bahan ini tertulis dalam bahasa Latin yang mungkin tak terpahami oleh orang awam. Daun jambu biji tertulis sebagai Psidii folium. Rimpang kunyit tertulis sebagai Curcuma domesticae rhizoma. (Foliumberarti daun. Rhizoma berarti rimpang.)
Menurut berbagai penelitian, ekstrak daun jambu biji dan rimpang kunyit punya khasiat antibakteri dan menghambat pengeluaran feses. Meski begitu, tidak berarti obat ini bisa digunakan untuk berbagai kasus diare sebab tidak semua kuman bisa dibasmi oleh obat tradisional ini.
Selain itu, apabila penyebab diare adalah racun dari makanan, penggunaan obat diare yang menghambat pengeluaran feses malah akan berbahaya. Bagaimanapun, racun harus dikeluarkan meskipun konsekuensinya adalah harus bolak-balik ke belakang.
Diare sendiri sebetulnya adalah mekanisme tubuh membuang sesuatu yang berbahaya. Mencret sendiri sebetulnya tidak berbahaya. Yang berbahaya dari diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit yang keluar terus-menerus lewat feses. Jika penderita mengalami kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi) dalam tingkat parah, ia bisa semaput (pingsan), gagal ginjal, dan gagal jantung.
Agar tidak sampai kekurangan cairan, penderita harus minum oralit. Ini adalah “obat diare” terbaik. (Pada bayi, cairan dan elektrolit bisa diperoleh dari ASI.) Apa pun penyebab diarenya, pertolongan yang harus diberikan adalah oralit. Oralit memang tidak menghentikan mencret tapi minuman ini bisa menghindarkan penderita diare dari dehidrasi.
Walhasil, sebelum memilih obat, langkah paling penting adalah mengenali penyebab diare. Ingat-ingat kembali apa saja yang masuk ke dalam perut, dan apa saja yang terjadi sebelum diare itu. Setelah itu kita bisa menentukan apakah kita perlu pergi ke dokter atau membeli obat di apotek. Jika kita memutuskan membeli obat di apotek, kita juga bisa menentukan obat apa yang akan kita pilih.

Obat
Contoh merek dagang
Karbon aktif
Norit®, Bekarbon®
Attapulgit
Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, Teradi®, Neo Enterodine®
Kaolin & pektin
Diaend®, Envios-fb®,  Neo Diaform®, Neo Kaocitin®, Neo Kaolana®, Kanina®, Kaolimec®, Neo Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar®
Attapulgit & pektin
Diagit®, Entrogard®, Entrostop®, Licopec®, Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo Envios®
Ekstrak daun jambu, kunyit, dsj
Diapet®, Fitodiar®, Anstrep®, Antrexol®, Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia®
Loperamid
(BUKAN OBAT BEBAS)
Imodium®, Amerol®, Colidium®, Diadium®, Diasec®, Diaston®, Gradilex®, Imodan®, Imosa®, Inamid®, Lexadium®, Licodium®, Lodia®, Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®, Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®, Xepare®
Oralit, Penting Tapi Sering Dilupakan
Dalam kondisi normal, usus besar menyerap kembali cairan yang melewati saluran cerna. Pada saat diare, mekanisme ini terganggu sehingga cairan ikut terbuang bersama feses.
Hal ini menyebabkan tubuh kerurangan cairan dan elektrolit-elektrolit penting. Berkurangnya elektrolit-elektrolit penting, seperti natrium dan kalium, bisa menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi penting di dalam tubuh, misalnya detak jantung, tekanan darah, dan kontraksi otot. Inilah yang paling berbahaya, dan paling sering dilupakan.
Pada saat diare, penderita memang biasanya juga kehilangan nafsu makan. Ini kadang menyebabkan penderita merasa ingin muntah jika minum oralit. Untuk meminimalkan rasa mual, oralit tidak dianjurkan untuk diminum sekaligus satu gelas, tapi disesap sedikit demi sedikit. Dengan demikian, cairan bisa masuk pelan-pelan lewat lambung tanpa menyebabkan muntah.
Sebelum menyeduh oralit, pastikan serbuknya masih bisa mengalir dengan baik dari bungkusnya. Pasalnya, oralit terbuat dari garam dan glukosa. Keduanya termasuk bahan yang sangat mudah menyerap air (higroskopis). Jika tidak disimpan secara benar, serbuk oralit bisa menggumpal dan rusak di dalam kemasannya. Bila sudah menggumpal, oralit sebaiknya tidak digunakan lagi. Minum oralit yang telah rusak sama saja dengan “menyelesaikan masalah dengan masalah”.
                                   
Kapan Perlu ke Dokter?
Diare bisa merupakan masalah ringan, bisa pula menjadi masalah berat. Kalau masalahnya karena makanan pedas atau susu, diare bisa berhenti dengan sendirinya. Tapi dalam beberapa kondisi, diare bisa menjadi masalah serius, dan penderita sebaiknya pergi ke dokter.
Sebagai pedoman sederhana pada orang dewasa, penderita perlu ke dokter jika:
·         Diare tidak sembuh dalam tiga hari.
·         Penderita mengalami dehidrasi, dengan tanda-tanda haus hebat, mulut dan kulit kering, tidak berkemih atau berkemih sangat sedikit, kesadaran berkurang.
·         Disertai nyeri di daerah perut atau dubur.
·         Ada darah di dalam tinja.
·         Demam lebih dari 39 C.
Sebagai pedoman sederhana pada bayi dan anak-anak, penderita sebaiknya dibawa ke dokter jika:
·         Disertai muntah atau demam di atas 39 C.
·         Popok harus diganti setiap kurang dari tiga jam.
·         Ada darah di dalam tinja.
·         Terus mengantuk, rewel, dan tidak responsif.
·         Perut dan pipinya cekung.
·         Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan tidak lekas hilang.

———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s