OBAT MAG (1)

Sebagian besar obat mag yang beredar di pasar termasuk obat bebas. Di Indonesia, obat mag termasuk salah satu produk farmasi yang banyak dikonsumsi seperti consumer goods. Lembaga riset Frontier dan majalah Marketing sampai memasukkan kategori obat mag dalam survei Top Brand tiap tahun. Di tahun 2012 ini, Top Brand untuk kategori obat mag adalah Promag dan Mylanta.
Sebelum membahas tentang obat mag, sebaiknya kita membahasa dulu tentang sakit mag. (Mag dari bahasa Belanda maag, yang artinya perut atau lambung.)
Cerita tentang sakit mag biasanya dimulai dari meja makan—sekalipun bisa juga dari meja kantor atau bahkan kamar tidur. Biang keladi yang umum adalah makanan meskipun bisa juga stres atau hal lain. Setelah dikunyah di mulut, makanan dan minuman masuk ke kerongkongan. (Sekadar diketahui, saluran makanan adalah kerongkongan, bukan tenggorok. Tenggorok adalah saluran napas.)
Setelah melewati kerongkongan, makanan atau minuman akan transit di lambung sebelum diserap di usus. Di lambung, bahan-bahan makanan tersebut dicerna agar bisa diserap oleh tubuh. Pada proses ini, lambung mengeluarkan cairan asam klorida (yang sering disebut sebagai asam lambung) untuk membantu kerja enzim-enzim pencernaan. Tanpa bantuan asam ini, protein dari daging, telur, ikan, dan tempe tidak bisa dicerna dengan baik.
Selain berfungsi mencerna, asam lambung juga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari kuman yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau minuman. Sebagian besar (tidak semua) bakteri yang terbawa di dalam makanan tidak tahan hidup dalam suasana asam. Begitu berada dalam cairan asam, mereka akan mati sehingga tidak sampai di usus.
Masalah bisa timbul jika produksi asam lambung meningkat melebihi kebutuhan, misalnya karena telat makan, terlalu banyak minum kopi atau soda, atau stres berkepanjangan. Bisa juga karena pemakaian obat-obatan tertentu, misalnya aspirin (obat sakit kepala) dan asam mefenamat (obat sakit gigi). Bisa juga karena infeksi kuman khusus yang kebal terhadap asam, seperti Helicobacter pylori. Sebagian besar bakteri tidak sanggup bertahan dalam kondisi asam. Bakteri ini termasuk pengecualian.
Kondisi lambung yang terlalu asam menyebabkan dinding lambung mengalami iritasi. Gejala yang paling umum adalah nyeri lambung. Bisa juga disertai mual, kembung, dan rasa penuh dan tidak nyaman di perut.
Berdasarkan cara kerjanya, ada dua kelompok besar obat mag.
1.    Antasid Penetral Asam
Karena biang gangguan mag biasanya asam lambung, obat-obat mag pada umumnya bekerja dengan cara mempengaruhi asam lambung. Dua golongan obat mag yang paling penting adalah penetral asam (antasid) dan penghambat produksi asam lambung. (Antacid dari kata anti yang berarti melawan, dan acid yang berarti asam.)
Sebagian besar kandungan obat mag yang dijual bebas adalah golongan antasid. Sebut saja Promag®, Mylanta®, Waisan®, Neo Sanmag®, Plantacid®, Gelusil®, dan sebagainya.
Contoh antasid yang banyak digunakan:  aluminium hidroksida dan  magnesium hidroksida. Kadang keduanya berada dalam bentuk aluminum trisilikatdan magnesium trisilikat. Sama saja. Obat-obat ini bersifat basa, bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. (Dalam ilmu kimia, lawan kata asam adalah basa.)
Antasid magnesium dan aluminium merupakan dua serangkai yang biasanya ada di dalam satu produk. Lihat saja bungkus Promag®. Keduanya selalu dikombinasikan karena keduanya punya efek samping yang berlawanan. Magnesium tunggal punya efek samping diare, sementara aluminium tunggal punya efek samping konstipasi (sembelit). Dengan mengombinasikan keduanya, efek samping tersebut bisa saling meniadakan.
Contoh lain antasid adalah kalsium karbonat. Tapi di Indonesia, obat ini jarang digunakan.
Begitu ditelan, antasid bereaksi dengan cepat menetralkan asam lambung. Lebih cepat lagi kalau dikunyah dulu baru ditelan. Obat-obat ini rasanya tawar, sama sekali tidak pahit, sehingga bisa dikunyah.
Oleh karena kerjanya cepat, obat golongan ini cocok untuk mengatasi serangan mag yang datang sesekali. Namun, obat ini punya kekurangan, yakni waktu kerjanya singkat. Itu sebabnya antasid saja kurang ampuh untuk sakit mag yang telah menjadi kronis.  
Di banyak produk obat mag, antasid juga sering dikombinasikan dengan simetikon(dimetil polisiloksan). Yang disebut terakhir ini bukanlah penetral asam, melainkan bahan yang digunakan untuk menyerap kelebihan gas di saluran cerna. Simetikon digunakan di dalam pengobatan sakit mag karena pada umumnya gangguan lambung diikuti dengan gejala salah cerna yang menyebabkan produksi gas secara berlebihan.  


———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s