OBAT SAKIT KEPALA DAN NYERI (1)

Apa obat sakit kepala yang paling cespleng? Jika Anda bertanya kepada Hilbram Dunar, presenter acara “Mario Teguh Golden Ways”, jawabannya tentu Bodrex®. Tapi kalau Anda bertanya kepada Mario Teguh, biangnya langsung, tentu jawabannya lain: Pamol Forte®.
Kalau Anda bertanya kepada Tom, si kucing yang selalu sial dalam serial kartun Tom and Jerry itu, jawabannya tentu lain lagi: Aspirin®. Di beberapa episode, Tom minum obat ini karena pusing dikerjai oleh Jerry. Tom and Jerry perlu kita bahas di sini karena hal ini berkaitan dengan budaya memilih obat sakit kepala di masyarakat.
Kesimpulannya, mana yang lebih cespleng: Pamol Forte®, Bodrex®, atau Aspirin®? Tidak ada obat sakit kepala yang cespleng. Kalaupun ada, wallahu a’lam. Obat yang cespleng harusnya bisa menyembuhkan sakit sampai ke akar-akarnya. Faktanya, tidak ada obat sakit kepala yang menyembuhkan sampai ke akar penyebabnya. Obat sakit kepala yang banyak beredar di pasar hanya meredakan rasa nyeri. Nyeri kepala hanyalah gejala, bukan sakit itu sendiri.
Kemungkinan penyebab sakit ini banyak sekali, lebih dari dua ratusan. Bukan hanyapenyakit di sekitar kepala dan leher. Gangguan didaerah perut, dada, pembuluh darah, bahkan ujung kaki pun bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, bukan pekerjaan mudah,bahkan bagi dokter sekalipun, untuk mencari akar masalahnya. Untuk menemukan penyebabnya, dokter harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jadi, jangan merasa dikerjai jika hanya karena urusan sakit kepala, dokter bertanya urusan makan, tidur, sampai masalah di kantor dan problem rumah tangga. Itu bagian dari metode dokter menemukan akar penyakit.  
Sebagian besar orang pernah mengalami sakit kepala, terutama kaum perempuan. Seperti namanya, gejala utama sakit ini berupa rasa nyeri di sekitar daerah kepala dan leher.Nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.
Sakit kepala bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor, kemungkinannya banyak sekali. Beberapa di antaranya:  
 
1.       Perubahan hormonal. Inilah jawaban kenapa sakit kepala lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki. Jadi, penyebabnya bukan karena laki-laki lebih menyebalkan, melainkan karena memang secara biologis perempuan lebih kompleks daripada laki-laki. Perempuan punya siklus hormonal yang menyebabkan kadar estrogen naik turun. Perempuan haid, laki-laki tidak. Perempuan hamil, laki-laki tidak. Perempuan menyusui, laki-laki tidak. Semua proses ini melibatkan perubahan hormonal yang bisa menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala biasanya terjadi menjelang atau selama menstruasi. Sebagian perempuan mengalami sakit kepala saat hamil, menopause (mati haid), atau minum pil kontrasepsi (pil KB). 
 
2.    Stres.Jangan heran bila stres nanti masuk ke berbagai bab. Gangguan psikis ini memang bisa menyebabkan banyak sekali penyakit, mulai dari sakit kepala, sakit mag, gangguan tidur, sampai tekanan darah tinggi.
 
Stres dan sakit kepala sebetulnya terjadi di tempat yang berbeda. Stres terjadi hanya di otak, sementara sakit kepala terjadi di kepala dan leher. Otak sendiri sebetulnya tidak bisa merasakan nyeri karena otak tidak memilki saraf yang sensitif terhadap rangsangan nyeri. Nyeri disebabkan oleh saraf-saraf di wilayah kepala dan leher. Stres memikirkan pekerjaan di kantor atau problem rumah tangga bisa menjadi pemicu sakit kepala lewat mekanisme yang dikenal sebagai mind-body connection.
 
3.    Makanan. Misalnya, pemanis buatan (seperti aspartam, yang banyak terdapat di dalam minuman buatan pabrik), minuman tinggi kafein (seperti kopi kental atau suplemen yang biasa disebut “minuman berenergi”), makanan yang banyak mengandung garamatau penyedap rasa MSG (misalnya mi instan), makanan awetan, alkohol (misalnya wine), cokelat atau keju jenis tertentu, dan masih banyak lagi. Semua contoh yang disebut ini bisa saja menjadi biang keladi sakit kepala.
 
Selain jenis makanan, sakit kepala bisa juga disebabkan oleh pola makan, misalnya telat makan atau mengonsumsinya dalam jumlah terlalu banyak.
 
4.   Perubahan pola tidur.Sebagian besar orang butuh tidur 7 – 8 jam sehari. Kurang tidur atau kebanyakan tidur sama-sama bisa menjadi penyebab sakit kepala. Sebagian orang memang terbiasa tidur singkat, tapi mereka ini bukan pembanding yang umum. Dalam urusan tidur, yang penting tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas. Sekalipun kita tidur selama delapan jam sehari, bisa saja kita masih kurang istirahat jika kita tidur tidak nyenyak. Selain itu, sakit kepala bisa juga dipicu oleh perubahan jam tidur (misalnya karena kerja shift), atau jet lag.
5.    Ketegangan otot di daerah leher atau kepala. Misalnya, terlalu lama bekerja di depan komputer, terlalu lama menonton televisi, salah postur saat tidur. Bisa juga disebabkan karena ketegangan otot penglihatan. Misalnya, kita mestinya sudah memakai kacamata tetapi memaksakan diri banyak membaca tanpa kaca mata. Ini juga bisa memicu sakit kepala.
 
 

———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s