OBAT SAKIT KEPALA DAN NYERI (4)

 

4.     Asam mefenamat.

Obat ini lebih dikenal sebagai pereda nyeriuntuk sakit gigi. Contoh merek dagang yang terkenal: Ponstan
®. Obat ini sebetulnya tidak termasuk obat bebas. Kalaupun tidak dengan resep dokter, setidaknya harus lewat konsultasi dengan apoteker. Tapi faktanya obat ini bisa kita dapatkan dengan mudah. Tidak hanya di apotek, tapi juga di toko obat. 

Mengapa kategorinya bukan obat bebas? Pertimbangannya selalu masalah keamanan. Pasalnya,  pada sebagian orang, obat ini bisa menimbulkan gangguan darah karena itu harus digunakan dengan hati-hati. Selain itu, sesuai namanya “asam mefenamat”, obat ini juga bersifat asam. Nama obat memang bisa dijadikan sebagai patokan umum. Kalau didahului oleh kata “asam”, biasanya obat jenis ini bisa mengiritasi lambung. Sama seperti aspirin, obat ini sebaiknya dihindari kalau kita memiliki gangguan mag. Juga sebaiknya tidak diminum dalam keadaan perut kosong.
 
Contoh merek dagang selain Ponstan®: Allogon®, Alpain®, Altran®, Anacof®, Analspec®, Anastan Forte®, Asimat®, Benostan®, Cetalmic®, Corstanal®, Datan Forte®, Dentacid®, Dogesic®, Dolos®, Femisic®, Fensik 500®, Gitaramin®, Grafamic®, Grafix®, Lapistan®, Licostan®, Maxstan®, Mefast®, Mefinal®, Mefinter®, Menin®, Molasic®, Nichostan®, Opistan®, Ponalar®, Poncofen®, Pondex®, Ponsamic®.
 
5.    Aminofenazon.

Obat ini masih satu kelompok dengan asam mefenamat. Dibandingkan golongan parasetamol dan asetosal, obat ini relatif kurang aman. Itu sebabnya obat-obat golongan ini tidak boleh digunakan secara bebas. Di beberapa negara, obat golongan ini tidak boleh beredar. Tapi di Indonesia, obat ini masih bisa dijumpai di dalam beberapa produk.
 
Termasuk dalam kategori ini adalah obat-obat analgesik yang namanya berakhiran dengan azon, seperti isopropil fenazon, propifenazon (isopropil antipirin), dan fenil butazon.Demi pertimbangan keamanan kita, sebaiknya hindari berurusan dengan obat-obat jenis ini kecuali lewat resep dokter. Di pasaran, masih ada beberapa produk obat sakit kepala dan migrain yang mengandung propifenazon. Sekalipun faktanya obat ini bisa dibeli tanpa resep, sebaiknya kita hanya mengonsumsinya kalau sudah berkonsultasi ke dokter atau apoteker.  
 
6.      Antalgin. Nama lainnya metamizol, metampiron.

Obat ini pun masih satu kelompok dengan aminofenazon dan asam mefenamat. Di beberapa negara, obat ini dilarang beredar. Tapi di Indonesia, obat ini masih beredar. Konsumen awam sebaiknya tidak menggunakan obat golongan ini kecuali dengan resep dokter. Contoh merek dagang yang cukup terkenal adalah Novalgin
®.
 
Obat nomor 5 dan 6 ini sekadar untuk pengetahuan, mungkin kita mendapat obat ini dari kawan atau penjual obat. Umumnya kita sangat jarang berurusan dengan obat-obat ini. Sekali lagi, pilihan utama untuk sakit kepala dan demam adalah parasetamol. Sebelum minum obat, biasakan untuk membaca komposisinya lebih dulu, siapa tahu produk itu mengandung obat yang sebaiknya kita hindari.
 
 
Aman Dulu, Ampuh Belakangan
 
Satu merek obat kadang berisi salah satu obat di atas, kadang berisi kombinasi dari dua atau lebih obat. Apa pun obat yang Anda minum, biasakan untuk mencari tahu kandungannya lebih dulu. Tujuannya agar kita terhindar dari efek buruk yang mungkin terjadi. Dalam hal konsumsi obat, pedoman pertama: do no harm. Jangan minum sesuatu yang mungkin membahayakan.
 
Jika Anda membeli obat (sekalipun obat bebas), usahakan membelinya di apotek daripada di toko. Tiap kali mendapatkan obat, pastikan Anda mengetahui merek (nama dagang) obat itu. Biasanya merek obat tercantum di bungkusnya. Jika di bungkusnya tidak ada keterangan tentang kandungan obat, jangan lupa bertanya. Itu hak pasien.
 
Untuk mengecek kandungan obat, Anda bisa mengunjungi situ Badan POM di http://www.pom.go.id/webreg/.

Pilihan pertama obat sakit kepala dan demam adalah parasetamol 500 mg. Di pasaran, ada beberapa produk yang berisi parasetamol di atas 500 mg. Ada yang 600 mg, bahkan ada yang 650 mg. Ada juga parasetamol yang dikombinasikan dengan obat lain yang masih satu kelompok, misalnya plus ibuprofen atau asetosal. Kalau ditotal, dosis keduanya lebih besar dari parasetamol 500  mg.
 
Makin besar dosis suatu obat, tentu saja makin besar efek buruknya. Maka, demi alasan keamanan, sebagai pedoman pertama: pilihlah parasetamol tunggal yang dosisnya standar saja, yaitu 500 mg. Biasakan membaca label obat sebelum mengonsumsinya. Kalau dosis lazim parasetamol sebesar 500 mg tidak mempan, sebaiknya kita berusaha lebih sungguh-sungguh untuk menghilangkan penyebab sakitnya, bukan dengan cara menaikkan dosisnya atau minum beberapa macam jenis obat.
 
Di pasaran juga banyak produk parasetamol yang dikombinasikan dengan kafein. Jika memang kita tidak memerlukan kafein, lebih baik kita minum parasetamol tunggal saja. Sekali lagi, biasakan membaca label obat sebelum mengonsumsinya. Minum obat kombinasi parasetamol plus kafein sama saja dengan minum obat sakit kepala bersamaan dengan minum secangkir kopi. Kalau pada saat yang sama kita juga minum kopi, maka efek sampingnya tentu akan lebih besar lagi. Obat kombinasi seperti ini mungkin kita perlukan dalam kondisi khusus, misalnya ketika kita mengalami sakit kepala saat berkendara atau saat melakukan aktivitas yang menuntut kita tetap dalam kewaspadaan tinggi.  
 
 
Ke Dokter Jika
 
Sebagian besar kasus sakit kepala memang masuk kategori yang tidak membahayakan jiwa. Namun, pada beberapa kasus, sakit kepala bisa sangat membahayakan, terutama jika berhubungan dengan penyakit lain. Ada sangat banyak penyakit yang menimbulkan gejala sakit kepala. Sekadar menyebut contoh, hipertensi, tumor kepala, penyempitan pembuluh darah kepala, infeksi, radang, taruma kepala, dan masih banyak lagi.
 
Contoh, sakit kepala bisa saja merupakan gejala dini sebelum serangan stroke. Jika sakit kepala dianggap enteng dan hanya diatasi dengan parasetamol, akibatnya bisa fatal. Itu sebabnya penderita harus tanggap dan segera mengenali penyebabnya.
 
Umumnya sakit kepala tidak sampai mengharuskan kita pergi ke dokter. Namun, untuk menghindari kemungkian risiko yang lebih buruk, kita sebaiknya pergi ke dokter jika: 
 
·         Sakit kepal sangat parah dan sampai mengganggu tidur.
·         Disertai leher kaku, mual, muntah, demam, padangan mata kabur, kesadaran menurun.
·         Sakit kepala kronis, misalnya dalam seminggu terjadi 2-3 kali.
·         Sakit kepala makin lama makin parah.

Agar penyebabnya mudah dikenali, penderita sangat disarankan membuat catatan lengkap, misalnya kapan terjadi nyeri, bagaimana rasanya, berapa lama, apa yang dimakan selama 24 jam terakhir, kapan dan berapa lama ia istirahat, adakah stres di kantor atau di rumah, obat apa saja yang diminum, dsb. Makin lengkap datanya, makin mudah dokter menemukan biang keladinya.
 
 
 

———————————————————————-
Dapatkan buku karya pemilik blog ini, BUKU OBAT SEHARI-HARI,

terbitan Elex Media Komputindo, di Gramedia dan toko-toko buku.

Buku Obat Sehari-Hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s