Membungakan Kelengkeng dengan Korek Api

2016-12-11-13-52-54Saya mendapatkan ilmu ini dari internet. Awalnya saya ragu mencobanya karena uraian di internet diakhiri dengan kalimat, “Boleh dicoba tapi resiko tanggung sendiri”. Seperti ada sesuatu yang dikhawatirkan.

Saya lalu mengumpulkan informasi tentang bahan pembuat pentil korek api. Dan inilah komposisi korek api kategori safety matches yang biasa dijual di pasaran:

  • KClO3 (kalium klorat/potassium klorat), sekitar 50%. Ini bahan booster kelengkeng.
  • Fosfor (P) sekitar 5%. Kebetulan unsur P juga diperlukan untuk pembungaan.
  • Lem
  • Pasir

Ada sebagian korek yang ditambahi dengan mangan dioksida (MnO2). Ini mineral yang tidak diperlukan dalam jumlah banyak oleh tanaman. Tapi keberadaannya dalam dosis korek api juga tidak berbahaya. Tapi mengingat harga korek jres yang begitu murah, kelihatannya tidak ada mangan dioksida di dalamnya.

Setelah mengetahui komposisinya, saya yakin mencoba cara ini. Kebetulan ada pohon kelengkeng milik paman saya yang sudah tiga tahun belum pernah berbuah. Paman saya menyebutnya “lengkeng mahal” karena dulu ia membeli bibitnya dari Jogja seharga Rp 100 ribu. Tinggi pohon sekitar 2 m, lebar tajuk sekitar 1,5 meter.

2016-12-11-13-53-18Target sudah ada. Saya pun membeli 20 kotak korek jress ukuran kecil merek SUROBOJO di toko grosir. Saya bilang ke penjualnya, korek ini mau saya jual lagi. Oleh si penjual, saya diberi harga grosir, cuma Rp 5.000! Bandingkan dengan booster yang dijual online yang harganya puluhan ribu, belum termasuk ongkos kirim.

Batang korek dari 20 kotak itu saya rendam dengan 20 liter air selama satu jam. Lalu semua pentilnya saya lumat di dalam air sampai tak bersisa. Kemudian ke dalam air itu saya masukkan MKP (monokalium pospat) sekitar 50 gram dan micin sekitar 50 gram, saya aduk sampai larut, lalu saya siramkan secara merata di sekitar batang.

Ternyata dua minggu kemudian muncul bunganya.

Dari hasil konsultasi dengan seorang kawan, kelengkeng ini diyakini new crystal atau puang thong. Ini memang “kelengkeng mahal” seperti kata paman saya. Kata kawan saya, dosis booster tampaknya kurang tinggi. Ini terlihat dari munculnya bunga yang tidak serempak, serta dari tangkai bunga yang pendek. Cara saya memberikan MKP dan micin juga kurang tepat. Harusnya sebulan sebelum dibooster.

Untuk pohon sebesar itu, dosis potassium klorat mestinya sekitar 1 ons. Sayangnya, saya berkonsultasi setelah pemboosteran. Seandainya saya tahu dosisnya sejak awal, mungkin saya akan menambahi jumlah koreknya. Katakanlah komposisi kalium klorat di pentil korek adalah 50%. Maka untuk mendapatkan 1 ons KClO3, kita harus mengerok pentil korek sampai jumlah bubuknya mencapai 2 ons. Itu setara dengan berpuluh-puluh kotak korek jress. Saya masih mikir-mikir, kok banyak sekali ya?

Mohon masukan dari para master semua. Menurut saya, metode alternatif ini sangat menarik karena bisa menekan biaya booster puluhan ribu rupiah. Masalah dosis harusnya bisa dikonversi dengan dasar komposisi korek di atas.

Ini pengalaman pertama saya membooster kelengkeng. Saya sendiri belum punya pohon “kelengkeng mahal” seperti itoh atau new crystal. Yang ada cuma pohon kecil kelengkeng pimpong, diamond river, dan aroma durian, tiga jenis kelengkeng murah yang bisa berbuah tanpa dibooster.

Setelah berkonsultasi, saya baru sadar bahwa selama ini banyak pandangan saya yang keliru. Kata kawan saya, pemboosteran tidak boleh dilakukan semaunya sebab bisa membuat pohon menjadi kurang sehat. Dosis harus pas, pemilihan waktunya juga harus tepat. Pemboosteran sebaiknya mengikuti siklus berbuah lengkeng lokal. Biasanya ini berlangsung pada saat puncak musim kemarau. Pada saat itu, kelengkeng itoh dkk sebetulnya sudah siap berbuah. Hanya saja, karena kondisi lingkungannya dataran rendah, ia tidak bisa berbunga sebelum dibooster.

Contoh praktiknya, jika lengkeng lokal jadwal berbunganya pada bulan Desember, maka sebaiknya kita membooster itoh dkk menjelang Desember supaya masa berbunganya sama dengan kelengkeng lokal. Di daerah saya sendiri, kelengkeng pimpong dan diamond river di tahun 2016 ini berbunga bulan November.

Kalau kelengkeng dibooster tanpa memperhitungkan siklus alaminya ini, hasilnya  akan kurang bagus. Dosis booster yang diperlukan juga akan meningkat terus. Dalam jangka panjang, tanaman akan kurang sehat.

Kalau kita hendak membooster kelengkeng di luar musimnya, misalnya untuk kebun komersial supaya bisa memperoleh harga bagus, kita harus memastikan asupan nutrisinya benar-benar tercukupi. Pemupukannya harus benar-benar terjamin.

Satu lagi saran kawan saya, kalau kita hendak mengembangkan kebun kelengkeng komersial, sebaiknya kita tidak hanya menanam kelengkeng asal Thailand saja seperti itoh atau new crystal. Sebaiknya dicoba juga beberapa varietas lokal yang unggul, misalnya kelengkeng mutiara. Kelengkeng lokal ini punya kelebihan dalam hal dia sudah lama beradaptasi dengan iklim di sini. Dosis booster yang diperlukan juga lebih kecil. Biaya booster bisa ditekan, usia produktif pohon bisa lebih panjang.

Itu kata kawan saya. Saya sendiri belum tahu apa-apa soal kelengkeng. Baru tahap ingin punya kebunnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s