Memanfaatkan Sampah Dapur untuk Tabulampot

mdh-1-5-tahun

Di internet ada banyak sekali trik mengolah sampah organik menjadi pupuk. Tapi menurut saya, cara-cara itu terlalu ruwet, apalagi kalau cara itu merupakan program pemerintah.  Ada yang menggunakan drum khusus yang bagian tengahnya diberi pipa berlubang-lubang; ada yang pakai bakteri khusus yang harus dibeli. Macam-macam caranya. Persamaannya satu: sama-sama tidak praktis.

Setelah bereksperimen sendiri, saya menemukan cara yang sangat praktis. Hanya saja, cara ini butuh dua syarat. Pertama, sabar. Kedua, tidak jijik melihat belatung.

Inilah cara saya:

  1. Beli drum plastik ukuran 200 liter. Di tempat saya harganya Rp 200 ribu. Kalau tidak ada, bisa juga drum volume 150 ml. Di tempat saya harganya Rp 150 ribu.
  2. Potong menjadi 2 bagian, masing-masing 100 liter. Gunakan masing-masing potongan drum ini nanti menjadi pot tanaman. Drum ini tebal sekali. Bisa tahan mungkin sepuluh tahun.
  3. Lubangi bagian bawah pot dengan besi panas agar air bisa lolos.
  4. Letakkan pot di tempat yang kira-kira cocok buat tanaman setinggi 2 meter, dengan tajuk selebar 1,5 meter.
  5. Taruh selapis kerikil dan pasir di bagian dasar pot. Lalu taruh sampah ranting-ranting kayu.
  6. Masukkan sampah dapur setiap hari ke dalam pot. Lalu tutup dengan lembaran tripleks tebal. Tujuan penutupan adalah agar sampah tidak diobrak-abrik ayam atau tikus. Juga agar kondisinya hangat sehingga belatung senang hidup di sana. Walaupun tiap hari kita memasukkan sampah ke dalam pot, pot tidak akan cepat penuh karena sampah akan diurai oleh belatung. Tiap hari sampah akan menyusut. Di rumah saya, satu pot ukuran 100 liter bisa menampung sampah dapur selama sekitar 2-3 bulan. Air lindi dari sampah akan mengalir ke tanah dan menjadi pupuk bagi tanaman yang akarnya berada di dekatnya.
  7. Tiap dua minggu, masukkan selapis tanah dan pasir. Lapisan tidak usah tebal-tebal. Yang penting, cukup untuk menutupi sampah.
  8. Setelah sampah dapur tidak bisa menyusutl lagi, beri selapis tanah dan pasir di atasnya. Lalu biarkan sampai baunya hilang. Kira-kira ini butuh waktu sebulan.
  9. Gunakan potongan drum lainnya untuk membuang sampah dapur yang baru.
  10. Saat bau sampah sudah hilang, buat lubang tanam di dalam pot. Tanam bibit pilihan Anda, lalu tutup lubang tanam dengan tanah dan pasir. Siram setiap hari. Lambat laun sampah dapur akan terurai menjadi kompos. Dugaan saya, sampah dapur butuh waktu sekitar setengah sampai satu tahun sampai menjadi kompos. Kok lama sekali menunggunya? Solusinya sederhana saja: TIDAK USAH DITUNGGU. Sirami saja potnya setiap hari, lama-lama tumbuhannya akan membesar. Seiring dengan itu, sampah dapur akan terurai. Jadi, ketika akar tanaman menyebar di dalam pot, sampah sudah menjadi pupuk. Tujuan utama saya bukanlah membuat pupuk organik tapi mengolah sampah.  mdh-9-bulan
  11. Saya memilih jambu air madu deli hijau (MDH) untuk tabulampot sampah ini. Pertimbangan saya, jambu air termasuk tanaman yang kuat, tahan air, tahan kering, tahan jamur, tahan penyakit, daunnya rimbun, dan genjah, umur setahun sudah bisa panen. Foto pertama adalah jambu MDH umur 1,5 tahun, sedang berbuah untuk kedua kalinya. Foto kedua jambu MDH umur 9 bulan, berbuah untuk pertama kalinya. Dan foto terakhir jambu MDH umur 3 bulan.
  12. Tiap bulan, permukaan tanah pot akan turun karena sampah terurai, lalu menyusut. Tambahkan lapisan tanah dan pupuk kompos di atasnya.
  13. Tiap dua atau tiga bulan, kita akan punya satu buah tabulampot yang setahun lagi akan kita petik buahnya. Dengan cara ini, kita bisa ikut mengurangi sampah lingkungan dan memperbanyak sumber oksigen. Lebih dari itu, sampah yang kita buang hari ini bisa menjadi hidangan di meja makan setahun lagi. Kalau lahan pekarangan sudah penuh, tabulampot bisa dikasihkan ke kerabat atau dijual.
  14. Semoga bermanfaat.

 

  1. mdh-3-bulan
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s