BAWA KE DOKTER

Buku lengkap SOLUSI ANAK SUSAH MAKAN bisa diunduh dengan mengklik gambar berikut:

Jika semua cara sudah kita lakukan tapi si kecil tetap saja tidak mau makan, mungkin saja itu memang disebabkan oleh kelainan fungsi organ cernanya. Mungkin karena rahangnya kesulitan mengunyah, mungkin karena kesulitan menelan, mungkin karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna, atau mungkin sebab-sebab lain.
Sampai di sini, tugas kita sebagai orangtua adalah membawanya berkonsultasi ke dokter. Bisa ke dokter umum langganan kita atau ke dokter spesialis anak. Kalau dokter umum tidak bisa mengatasinya, setidaknya dia bisa merujuk ke dokter yang lebih ahli.
Kalau kita tinggal di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, kita bisa berkonsultasi lebih spesifik lagi ke dokter spesialis anak yang mengambil subspesialisasi bidang gizi anak atau tumbuh kembang anak. Biasanya di belakang gelar spesialis anak (Sp.A), ada tambahan gelar yang disingkat dengan huruf K, yang berarti konsultan.
Namun, kita sebagai orang awam tidak bisa membedakan subspesialisasi dokter hanya dari gelar konsultan. Sebab, walaupun gelarnya sama-sama konsultan, keahliannya bisa berbeda-beda. Ada yang ahli di bidang jantung anak, saluran cerna anak, gizi anak, paru anak, dan sebagainya.
Sumber: Shutterstock.com/
Paling gampang kita bisa bertanya ke rumah-rumah sakit besar untuk dirujuk ke dokter yang tepat. Jangan sampai masalah susah makan yang parah dibiarkan berlarut-larut. Kalau si kecil hanya mau minum susu dan tidak mau menyentuh makanan selain susu, itu berarti kita harus segera membawanya ke dokter agar dia tidak menjadi “anak sapi”.
Usia balita adalah usia emas. Perkembangan otak anak sangat ditentukan oleh perkembangan di usia emas ini. Jika di masa emas ini, ia kekurangan gizi, perkembangan otaknya bisa saja tidak optimal.
Bukan berarti kalau si anak mengalami susah makan lantas mentalnya akan terbelakang. Tentu tidak begitu. Bisa jadi, anak yang mestinya sangat cerdas, menjadi berkurang kecerdasannya karena gizinya kurang tercukupi.
Tak hanya kecerdasannya yang kurang optimal, anak yang gizinya kurang tercukupi juga akan sakit-sakitan. Mudah terkena flu pilek, batuk, radang tenggorok, dan sejenisnya.

Jika anak kita hanya mau minum susu dan kita membiarkan kondisi itu berlarut-larut tanpa konsultasi ke dokter ahli, itu artinya kita tidak cukup mencintai buah hati. Bukankah menjaga kesehatan anak adalah wujud cinta orangtua kepadanya? 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s