MAKAN BERVARIASI

Buku lengkap SOLUSI ANAK SUSAH MAKAN bisa diunduh dengan mengklik gambar berikut:

Salah satu penyebab anak kurang bernafsu makan adalah makanan yang monoton. Kita saja, orang dewasa, bisa bosan kalau setiap hari cuma disuguhi ayam goreng dan telur dadar. Selain membosankan, makanan yang monoton juga cenderung kurang lengkap gizinya.
Itu sebabnya salah satu cara untuk mengatasi aksi GTM adalah menyediakan makanan dengan berbagai variasi. Tidak hanya variasi dalam penyajian. Yang tidak kalah penting dari itu adalah variasi jenis makanannya sendiri. Makin variatif dalam hal gizinya, makin baik.
Dalam hal karbohidrat, jangan cuma terpaku pada nasi putih. Alternatif karbohidrat lain masih banyak. Si kecil bisa diperkenalkan juga pada beras merah, nasi jagung, jagung muda, kentang, singkong, pisang, ubi jalar, ubi kelapa, ketan putih, ketan hitam, olahan tepung terigu (roti dkk), juga kacang-kacangan.
Kacang Makanan Istimewa
Kacang-kacangan (polong-polongan) adalah makanan bergizi tinggi. Selain kaya protein dan lemak, makanan ini juga banyak mengandung karbohidrat sehingga bisa dijadikan sebagai alternatif dari nasi. Kacang-kacangan pun tidak hanya kacang hijau yang biasa kita makan. Kita masih punya kedelai dan kacang tunggak.
Satu jenis makanan bisa disajikan dalam berbagi bentuk. Misalnya, kacang hijau bisa dibubur, dikolak, dikukus lalu diberi urap kelapa, atau dalam bentuk kacang hijau-tanpa-kulit yang dikukus, seperti yang biasa kami berikan pada anak kami.
Yang disebut terakhir ini merupakan salah satu makanan favoritnya saat giginya belum begitu kuat. Kacang hijau tanpa kulit ini, yang biasa digunakan sebagai isi onde-onde atau bakpia, bisa kami dapatkan di pasar-pasar tradisional, bahasa Jawanya lempok.
Mungkin tidak semua jenis sumber karbohidrat di atas akan dimakan si kecil. Tapi setidaknya kita sudah berusaha memperkenalkannya pada anak, dan dia diberi kebebasan untuk memilih. Lagi pula, dengan memperkenalkannya pada berbagai jenis makanan, kemungkinan besar dia akan menerima beberapa di antaranya.
Aneka Makanan, Aneka Penyajian
Dari daftar protein, jangan hanya terpaku pada susu, telur dan daging ayam. Kacang-kacangan juga masuk dalam kategori ini. Daging sapi, berbagai jenis ikan, udang, dan aneka seafood lain juga merupakan sumber protein yang perlu masuk dalam daftar menu si kecil.
Satu jenis sumber protein bisa dihidangkan dalam berbagai bentuk penyajian. Misalnya, daging ayam bisa digoreng, disoto, disup, dibuat nugget, sosis, ditumis, disate, dan masih banyak lagi. Ikan tak hanya bisa digoreng tapi juga bisa dibuat sosis, bakso, tumis, dipanggang, atau lainnya.
Merepotkan? Demi buah hati yang sehat, orangtua memang harus telaten menyediakan makanan buatnya. Itu sebabnya, sekali lagi, modal utama mengatasi masalah anak mogok makan adalah kesabaran. Agar tidak kehabisan ide, kita bisa bergabung dengan komunitas MPASI Rumahan di milis Yahoo atau di grup Facebook.
Memperkenalkan buah lebih gampang. Kebanyakan anak tidak bermasalah dalam hal ini. Kebetulan anak saya juga mau makan hampir semua jenis buah-buahan. Salah satu buah favoritnya sejak dia berumur setahun adalah kersen, buah yang oleh orang dewasa dianggap sebagai makanan burung.
Sekali lagi, ini adalah contoh bagaimana anak memiliki selera dan perspektif yang berbeda dengan orang dewasa. Buah kersen bisa kelihatan sangat berbeda di mata anak dan di mata orang dewasa.
Adapun untuk sayur, kita bisa menyajikannya bersama sumber protein supaya rasanya lebih gurih. Contoh, wortel, tomat, brokoli, dan kembang kol di dalam sup ayam atau tumis udang. Adanya kaldu ayam atau udang akan membuat rasa sayuran menjadi lebih gurih sehingga lebih mudah diterima anak.
Anak-anak suka berinteraksi dan diperkenalkan dengan warna-warni makanan. Sebagai contoh, nasi bisa disajikan dalam bentuk nasi kuning atau nasi merah. Tugas orangtua adalah memperkenalkan anak pada makanan sevariatif mungkin. Lalu biarkan dia memilih makanan kesukaannya.
Mungkin saja anak tidak suka telur tapi suka ikan. Mungkin dia tidak suka bayam tapi suka brokoli. Mungkin dia tidak suka wortel tapi suka kembang kol. Mungkin dia tidak suka nasi tapi suka kentang. Kita hanya akan tahu keunikannya jika kita memberinya pilihan.
Yang Bervariasi Lebih Bergizi
Variasi makanan merupakan unsur yang sangat penting karena anak pada dasarnya senang melihat benda-benda yang baru. Sebagian anak bahkan sangat gampang merasa bosan. Anak saya termasuk di dalamnya.
Buat dia, menu makan pagi, makan siang, dan makan malam harus berbeda. Jika di hari Senin dia begitu doyan makan pisang, biasanya esoknya dia tidak mau menyentuhnya lagi. Jika di hari Selasa dia lahap makan kentang, besoknya dia minta menu yang lain lagi. Begitu seterusnya.
Tapi dalam waktu beberapa minggu kemudian, biasanya dia kembali doyan lagi sehingga kami bisa menggilir jenis-jenis makanan tiap beberapa minggu. Jenis-jenis makanan yang ia maui itu kami jadikan sebagai pedoman umum untuk menyiapkan makanan buat dia setiap harinya:
          Nasi putih
          Singkong kukus
          Jagung muda rebus
          Kolak kacang hijau
          Nasi kuning
          Kentang rebus
          Kacang hijau kukus
          Bubur ketan hitam
          Pisang
          Lepet (makanan tradisional dari ketan, kacang tunggak, dan urap kelapa yang dibungkus janur)
          Ubi jalar kukus
          Bubur tepung beras
          Roti tawar plus susu, atau selai buah, atau selai kacang
          Ubi kelapa kukus 
          Kacang hijau tanpa kulit (lempok) yang dikukus
          Talas
          Bubur beras
          Mi
          Getuk atau srawut singkong
          Dan seterusnya
Sumber protein juga kami gilir:
          Ikan tongkol goreng
          Tempe goreng
          Telur rebus
          Ayam goreng
          Ikan panggang
          Nuggetayam
          Tahu rebus/kuah santan
          Telur ceplok
          Sup ayam
          Cumi-cumi tumis
          Nuggetdaging sapi
          Sosis ayam
          Bakso ikan
          Telur dadar
          Tempe lodeh
          Udang tumis
          Bakso ayam
          Ayam tumis
          Dan seterusnya
Kebetulan desa kami adalah desa nelayan sehingga berbagai jenis ikan laut segar selalu tersedia. Walaupun si kecil mudah bosan dengan satu jenis ikan, kami tidak pernah kehabisan stok jenis ikan lain.
Memang aktivitas menyediakan makan bagi si kecil agak merepotkan karena istri saya harus bisa memasak berbagai jenis masakan. Dia harus belajar membuat nugget, sosis, bakso, selai (sayur, kacang, buah), dan lain-lain. Tapi semua kerepotan itu terbayar melihat si buah hati tumbuh sehat dan cerdas.

Saya sendiri pun harus sering berburu umbi-umbian dan biji-bijian ke pasar untuk variasi makanannya. Tapi justru karena kegiatan ini, saya jadi tahu macam-macam umbi dan biji yang kini terlupakan seperti sorgum dan kimpul. 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s