PILIH MAKANAN SEHAT: BUAH-BUAHAN

Buku lengkap SOLUSI ANAK SUSAH MAKAN bisa diunduh dengan mengklik gambar berikut:


BUAH-BUAHAN
Nutrisi buah-buahan tak perlu diragukan lagi. Ini adalah snack paling sehat, tak hanya bagi balita tapi juga buat orang dewasa. Buah-buahan kaya vitamin, mineral, karbohidrat, juga serat yang bisa mencegah sembelit. Daripada si kecil dibombardir oleh berbagai snack ala iklan televisi, lebih baik dia kita bombardir dengan snackbuah-buahan.
Berikut beberapa contoh buah yang bisa kita sajikan sebagai makanan kecil buat si kecil:
1.      Pepaya
Selain kaya vitamin, pepaya bisa mencegah sembelit yang sering menimpa balita. Pastikan pilih pepaya yang matang sempurna. Kalau kurang matang, pepaya rasanya kurang manis. Selera makan balita sangat dipengaruhi oleh kesan pertama. Kalau pepaya yang pertama kali ia makan rasanya tidak begitu enak, mungkin besoknya lagi dia tidak mau.
2.      Buah naga
Baik yang daging buahnya berwarna merah-ungu atau putih, buah naga adalah makanan sehat buat balita. Tapi balita mungkin lebih menyukai buah naga yang ungu-merah karena warnanya lebih menarik.
Sumber: Etsy.com/
Jangan khawatir jika setelah makan buah ini air kemih dan air besarnya berwarna merah. Ini tidak berbahaya. Sama seperti pepaya, buah naga juga bisa mencegah sembelit karena banyak mengandung air dan serat.
3.      Mangga
Mangga matang mengandung banyak gula dan serat sehingga cukup mengenyangkan buat si kecil. Enak dimakan langsung, juga bisa disajikan dalam bentuk sari buah mangga. Sebagian jenis mangga memiliki serat yang tetap kasar walaupun sudah matang. Karena itu buat si kecil, pilih jenis mangga yang memang seratnya halus seperti mangga gadung.
4.      Pisang
Buah ini sudah lazim digunakan sebagai makanan bayi hingga balita. Salah satu kelebihannya, pisang banyak mengandung karbohidrat (sekitar 25%) sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pengganti bubur atau nasi.
Pastikan pilih pisang yang benar-benar matang. Jika kurang matang, pisang bisa menyebabkan sembelit bagi si kecil. Sebaliknya, jika sudah matang sempurna, buah ini bisa mempermudah buang air besar.
Pisang termasuk buah yang mudah matang dan mudah busuk. Untuk memperpanjang masa simpannya, pisang biasanya dipanen setengah matang. Saat belum matang, pisang banyak mengandung tanin, zat penyebab rasa sepat yang bisa menyebabkan sembelit.
Lumba-lumba pisang. Sumber: Roxyskitchen.com/
Kalau pisang yang kita beli masih belum matang sempurna, biarkan selama satu atau dua hari sampai matang, baru berikan kepada si kecil. Kalau kita memberikan pisang yang belum matang buat si kecil, bisa jadi dia akan mengalami sembelit, apalagi jika ia makan pisang cukup banyak.
5.      Alpukat
Alpukat punya kelebihan dalam hal nutrisinya yang padat. Kandungan lemaknya yang cukup tinggi membuat alpukat bisa mengenyangkan si kecil. Jangan takut dengan lemaknya karena lemak alpukat adalah lemak baik yang berguna untuk pertumbuhan si kecil.
Lingkaran alpukat. Sumber: Thehealthyfoodie.com/
Buah ini berbeda dengan pisang atau mangga yang bisa matang dengan sendirinya jika dibiarkan beberapa hari. Alpukat yang belum matang tidak akan menjadi lebih matang walaupun dibiarkan berhari-hari. Karena itu saat membelinya, pastikan pilih alpukat yang sudah matang, yang kulitnya sudah empuk.
Paling gampang, buah ini bisa kita sajikan dalam bentuk kerokan, dilumat, atau diblender. Kalau si kecil kurang suka rasanya yang tawar, kita bisa menambahinya dengan susu. Kalau anak kita masih berumur satu tahun atau kurang, sebaiknya gunakan susu formula atau ASI perasan saja.
Hindari penggunaan susu kental manis seperti yang biasa kita lakukan kalau membuat jus alpukat untuk orang dewasa. Sekalipun sama-sama susu, keduanya berbeda dalam hal gizi. Susu formula sudah menjalani proses pengolahan sehingga proteinnya lebih mudah dicerna. Sementara susu kental manis, susu UHT, dan susu segar belum mengalami proses pemecahan protein seperti susu formula sehingga tidak cocok untuk bayi.
6.      Anggur
Anak kecil biasanya tidak suka kulit dan biji anggur karena rasanya agak pahit. Tak masalah, walaupun sebetulnya bagian kulit dan bijinya mengandung banyak zat gizi. Kita bisa membantu si kecil mengupas kulitnya dan membuang bijinya.
Arsitektur anggur. Bahan: anggur dan tusuk gigi.
Sumber: Artfulparent.com/
 
7.      Apel
Buah ini tidak mengenal musim sehingga bisa dijadikan santapan kapan pun. Apel punya banyak jenis, mulai dari yang kulitnya berwarna hijau-putih (seperti apel manalagi), hijau-merah (apel anna), merah muda (apel fuji), hingga merah tua (apel washington).
Mobil-mobilan apel dan anggur. Sumber: Sassydealz.com/
Sebetulnya bagian kulit apel mengandung nutrisi berupa antioksidan. Tapi karena balita biasanya tidak menyukai kulitnya, kita bisa mengupasnya lebih dulu sebelum menghidangkannya kepada si kecil. Selain enak dimakan langsung, apel juga bisa diblender lalu diperas dan sarinya diberikan kepada si kecil.
8.      Semangka
Karena balita biasanya tidak menyukai biji semangka, kita bisa memilih semangka tanpa biji, baik yang warnanya merah atau kuning. Bisa kita iris besar-besar, bisa juga kita iris kecil-kecil lalu kita tusuk dengan bambu mirip sate. Akan lebih menarik jika diselingi dengan irisan buah yang berbeda warnanya seperti melon, stroberi, anggur, atau lainnya sehingga menjadi sate pelangi. Bisa juga dibentuk menjadi aneka rupa mainan.
Bunga dari semangka dan melon. Sumber: Sassydealz.com/
9.      Jambu biji
Buah ini sebetulnya kaya nutrisi. Sayangnya, anak balita sering kali tidak suka dengan kulitnya yang kasar dan bijinya yang banyak. Untuk menyiasati ini, kita bisa menghidangkannya dalam bentuk jus. Jambu dikupas kulitnya, diblender, lalu disaring untuk membuang bijinya. Dalam bentuk jus, jambu biji lebih mudah diterima oleh balita. Bahkan jambu biji yang sudah lunak karena terlalu matang pun justru terasa enak kalau dijus sebab aromanya makin kuat.
Selain bisa dihidangkan sebagai jus jambu, kita juga bisa mengolah jus jambu ini menjadi es loli atau es mambo. Tinggal masukkan ke dalam plastik atau cetakan lalu diberi gagang. Es loli atau es mambo buatan ibu sendiri tentu lebih sehat daripada es krim rasa buah yang banyak digemari anak-anak. Agar warnanya lebih menarik, pilih jambu biji yang warna dagingnya pink pekat.
AIR TAJIN
Saripati beras termasuk makanan yang bergizi, sangat baik buat anak yang kurang doyan makan. Memang gizinya tidak sebagus susu tapi air tajin mengandung banyak vitamin dan mineral. Susu mengandung banyak protein sementara kandungan utama tajin adalah karbohidrat.
Kandungan vitamin di air tajin terutama berasal dari sisa kulit ari beras. Kulit ari ini dalam proses penyosohan beras akan menjadi bekatul (dedak halus). Agar kita memperoleh vitamin dalam jumlah maksimal, kita sebaiknya menggunakan beras tumbuk atau beras pecah kulit yang kulit arinya masih banyak.
Lebih bagus lagi jika kita menggunakan beras organik. Tidak perlu beras yang warnanya putih bersih. Sebab, makin putih warna beras yang kita gunakan, justru makin sedikit kulit arinya.
Kami sendiri biasanya mencampur beras putih dengan beras merah untuk membuat tajin buat si kecil. Beras dimasukkan ke dalam panci lalu kami tambah air seperti mau membuat bubur. Begitu mulai mendidih, bubur itu kami aduk-aduk dengan pengaduk kayu sampai airnya cukup kental.
Selanjutnya bubur cair itu kami tuang ke dalam saringan stainless steel besar. Airnya yang lolos kami tampung dengan panci kecil lainnya. Untuk wadah penampung maupun saringannya, sebaiknya kita tidak menggunakan alat yang berbahan plastik biasa karena wadah seperti ini tidak tahan panas. Saat terkena air panas, sebagian zat plastiknya mungkin akan luruh ke dalam air tajin.
Beberapa jam kemudian, air tajin sudah mengental seperti agar-agar. Bentuk seperti inilah yang paling disukai oleh anak saya. Kalau air tajinnya cair, dia lebih sering menolaknya. Tiap anak tentu punya kecenderungan sendiri-sendiri, mungkin ada yang senang dengan air tajin yang bentuknya cair.
Nasinya yang lembek sisa pembuatan tajin bisa saja dimakan. Tapi kandungan vitaminnya tentu sudah berkurang banyak karena larut ke dalam air tajin. Berdasarkan pengalaman, kalau kami seharian makan nasi sisa air tajin, biasanya kami menjadi kurang bugar.
Agar tidak terbuang mubazir, nasi sisa tajin ini biasanya saya fermentasi untuk membiakkan mikroorganisme lingkungan (MOL) yang kami gunakan untuk pupuk buat tanaman sayur di samping rumah.
Kalau mau membuat tajin dengan cara yang lebih praktis, kita bisa menggunakan rice cooker. Saat memasak, kita lebihkan airnya dari kebutuhan normal. Begitu air mulai mendidih, kita bisa mengambil air tajinnya yang kental dengan hati-hati.

Jika dimasukkan ke dalam kulkas, air tajin bisa tahan disimpan selama satu hari. Tapi jika dibiarkan saja di luar kulkas, air tajin mudah mencair dan rasanya menjadi kurang enak. 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s