Stop Diare dari Akarnya

Gangguan ini sering muncul secara tak terduga. Pemilihan obat yang jitu bisa menyelamatkan kita di saat-saat darurat.

Pada umumnya setiap orang punya satu merek obat andalan untuk diare. Merek inilah yang akan diminum setiap terserang diare, tanpa memperhitungkan penyebabnya. Padahal penyebab gangguan ini bisa bermacam-macam. Dan tidak ada satu pun obat universal untuk segala macam kasus.

Biang Diare

Secara alami, usus melakukan gerakan peristaltik untuk memeras sari-sari makanan agar bisa diserap oleh tubuh. Gerakan inilah yang menyebabkan ampas makanan terdorong ke belakang sebagai feses (buang air besar).

Jika terjadi abnormalitas di usus, gerakan peristaltik menjadi semakin cepat. Akibatnya, frekuensi pengeluaran feses juga ikut meningkat. Dan biang kerok abnormalitas itu bisa bermacam-macam. Infeksi kuman, toksin, ketidakseimbangan flora normal usus, maupun perubahan internal tubuh.

Infeksi sendiri bisa berasal dari berbagi mikroba: virus, bakteri, jamur, maupun protozoa. Bakteri penyebab infeksi pun bisa bermacam-macam. Contoh yang paling sering menjadi penyebab diare adalah Eschericia coli. Sebetulnya, bakteri ini merupakan flora normal usus, namun bisa menyebabkan diare jika populasinya melebihi normal.

Selain infeksi, diare juga bisa disebabkan oleh bahan makanannya sendiri, misalnya susu. Pada mereka yang kekurangan enzim laktase (biasanya anak-anak) susu bisa menjadi penyebab diare. Laktase adalah enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa—karbohidrat terpenting di dalam susu—agar bisa diserap tubuh. Karena alasan itulah anak-anak yang mengalami intoleransi laktosa dianjurkan memilih susu rendah laktosa.

Obat Golongan Absorben

Absorben bekerja mengatasi diare dengan cara mengikat bakteri atau toksin di saluran cerna, supaya tidak bersentuhan dengan mukosa usus. Karena jika permukaan usus kontak dengan keduanya, peristaltiknya akan meningkat, sebagai refleks alami untuk mengeluarkan. Obat yang masuk dalam golongan ini antara lain karbon aktif, attapulgit, pektin, dan kaolin.

Karena cara kerjanya demikian, obat golongan ini hanya berguna jika penyebab diare adalah infeksi ringan atau toksin. Jika penyebabnya adalah perubahan internal tubuh, misalnya karena cemas, stres, atau depresi, maka obat-obat ini tidak lagi efektif.

Contoh merek dagang golongan absorben antara lain Bekarbon (karbon aktif); New Diatabs, Biodiar (attapulgit); Neo Enterostop, Diagit (kombinasi attapulgit dan pektin); Neo Kaolana (kombinasi attapulgit dan kaolin). Obat-obat ini termasuk golongan obat bebas yang paling banyak beredar di pasaran.

Obat Antiinfeksi

Jika diare disebabkan oleh infeksi berat, biasanya obat golongan absorben saja tidak cukup untuk menghentikannya. Harus ada obat lain yang tidak sekadar mengikat, tetapi berfungsi sebagai antimikroba, misalnya antibiotik.

Namun karena urusan antibiotik ini cukup rumit, maka untuk infeksi berat, sebaiknya penderita memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika diare disertai dengan demam atau adanya darah di dalam feses. Dua gejala ini menunjukkan bahwa diarenya bukan diare biasa.

Penghambat Peristaltik Usus

Obat utama golongan ini adalah loperamide. Sekadar menyebut beberapa contoh merek dagang yang banyak beredar di pasaran antara lain Imodium, Lopamid, Lomodium, dan Motilex.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat peristaltik usus dan meningkatkan reabsorbsi (penyerapan kembali) cairan di usus besar. Namun karena cara kerjanya demikian, loperamide tidak tepat jika digunakan untuk kasus diare akibat infeksi atau toksin. Karena jika gerakan usus dihambat, maka bakteri atau toksin tersebut justru tertahan di saluran cerna dan tidak bisa dikeluarkan.

Obat Herbal Berbaju Modern

Selain golongan-golongan di atas, kini juga telah banyak tersedia obat-obat antidiare yang terbuat dari bahan-bahan herbal tapi dalam kemasan kapsul atau tablet. Dua bahan herbal yang paling banyak dipakai sebagai antidiare adalah ekstrak daun jambu biji (Psidii folium) dan ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica rhizoma).

Contoh produk ini antara lain Diapet, Fitodiar, dan Entrodiar. Menurut berbagai penelitian, ekstrak jambu biji dan kunyit memadukan paling tidak dua aktivitas sebagai obat diare, yaitu antibakteri dan penghambat motilitas usus. Inilah salah satu kelebihan obat herbal dibanding golongan yang lain.

Walhasil, sebelum menentukan obat yang tepat, langkah paling penting adalah mengenali penyebabnya. Dan yang paling mengerti tentang kita adalah diri kita sendiri. Dengan kata lain, sebelum memilih obat, ingat-ingat kembali apa saja yang masuk ke dalam perut kita, dan apa saja yang terjadi sebelumnya. Ini adalah kunci terpenting. (sol)

Boks

Oralit, Penting Tapi Sering Dilupakan

Dalam kondisi normal, usus juga berfungsi menyerap kembali cairan dari saluran cerna. Pada saat diare, mekanisme ini terganggu sehingga cairan ikut terbuang bersama feses.

Hal ini menyebabkan tubuh kerurangan cairan dan elektrolit-elektrolit penting. Berkurangnya elektrolit-elektrolit penting, seperti natrium dan kalium, bisa menyebabkan terganggun
ya fungsi-fungsi penting di dalam tubuh, misalnya detak jantung, tekanan darah, dan kontraksi otot. Inilah yang paling berbahaya, dan paling sering dilupakan.

Pada saat diare, penderita memang biasanya juga mengalami gangguan nafsu makan. Ini kadang menyebabkan penderita merasa ingin muntah jika minum oralit. Untuk meminimalkan rasa mual, oralit tidak dianjurkan untuk diminum sekaligus satu gelas, tapi disesap sedikit demi sedikit. Dengan demikian, cairan yang masuk bisa seiring dengan waktu normal pengosongan lambung.

Sebelum menyeduh oralit, pastikan serbuknya masih bisa mengalir dengan baik dari bungkusnya, karena garam oralit sangat higroskopis (mudah menyerap air). Jika tidak disimpan secara benar, serbuk oralit bisa menggumpal di dalam kemasannya.

Perubahan bentuk fisik ini biasanya diikuti oleh perubahan kimia dan mikrobiologi. Artinya, jika kita minum oralit yang telah rusak, sama saja kita “menyelesaikan masalah dengan masalah”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s